LSI Denny JA: Sandiaga Kerek Elektabilitas Prabowo

Bakal calon Presiden Prabowo Subianto telah memilih pasangan cawapresnya yaitu Sandiaga Uno. Pasangan ini telah resmi mendaftarkan diri ke KPU sebagai pasangan capres-cawapres pada Pilpres 2019.

Berdasarkan hasil survei LSI Denny JA, sosok Sandiaga Uno mampu meningkatkan elektabilitas Prabowo Subianto. Hal ini terlihat dari tiga segmentasi pemilih yaitu pemilih emak-emak, pemilih pemula dan pemilih kaum terpelajar.

Peneliti senior LSI Denny JA, Adjie Alfaraby mengatakan, untuk pemilih emak-emak, dengan adanya Sandiaga Uno, elektabilitas Prabowo terangkat sekitar 4 persen lebih.

“Prabowo sendiri meraup angka 25,2 persen. Sedangkan jika pasangan Prabowo-Sandiaga meraup angka 30 persen,” kata Adjie di kantor LSI, Rawamangun, Jakarta Timur, Selasa 21 Agustus 2018.

Untuk pemilih pemula, nama Sandiaga juga menjadi magnet meningkatnya elektabilitas Prabowo. Jika Prabowo sendiri mendapatkan suara 34,2 persen, maka jika dipasangkan dengan Sandiaga meningkat menjadi 39,5 persen.

Nama Sandiaga juga meningkatkan elektabilitas suara Prabowo di kalangan kaum terpelajar. Jika Prabowo sendiri mencapai elektabilitas suara mencapai 37,4 persen maka jika dipasangkan dengan Sandiaga mencapai angka 44,5 persen.

Sebelumnya, Lembaga Survei Indonesia (LSI) Denny JA mengeluarkan hasil survei paska pendaftaran capres cawapres pada Pilpres 2019. Dari hasil survei yang digelar pada 12-19 Agustus 2018, pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin unggul atas pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Peneliti LSI Denny JA, Adjie Alfaraby mengatakan, berdasarkan hasil survei pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin telah mencapai the magic number atau diatas 50 persen.

“Pasangan Jokowi-Ma’ruf mencapai the magic number, di atas 50 persen atau tepatnya 52,2 persen, hampir sama dengan perolehan Jokowi di Pilpres 2014,” kata Adjie di kantor LSI, Jalan Pemuda, Rawamangun, Jakarta Timur, Selasa 21 Agustus 2018.

Sedangkan untuk pasangan Prabowo-Sandiaga memperoleh hasil survei sebesar 29,5 persen. Meskipun demikian, masih banyak masyarakat yang belum menentukan pilihannya yaitu sebesar 18,3 persen.

Survei yang dilakukan paska pendaftaran Pilpres ini menggunakan metode multistage random sampling. Wawancara dilakukan tatap muka ke 1.200 responden dengan margin of error kurang lebih 2,9 persen.

“Metode ini juga dilengkapi focus group discussion dan wawancara mendalam,” katanya.

Kesimpulan survei, Jokowi – Ma’ruf Amin juga menang di 5 kantong suara penting. Muslim, non Muslim, perempuan, wong cilik dan milenial. Tapi kalah di kantong suara pemilih kaum terpelajar.

Ma’ruf Amin sedikit mengurangi dukungan terhadap Jokowi. Sementara Sandiaga Uno justru menambah dukungan terhadap Prabowo.

Ma’ruf Amin mengalahkan Sandiaga Uno dari hampir semua segmen. Kecuali segmen pemilih milenial. Sementara di segmen emak-emak, kedua wapres ini masih bersaing.

Karena Pilpres 2019 yang masih 9 bulan, kedua pasangan masih punya waktu untuk bermanuver. Strategi dan isu yang tepat bisa menjada peluang kemenangan.

Belajar dari 2014, Jokowi harus hati-hati. Karena unggul di awal dan makin mengecil di akhir-akhir.***