Masih Ada Asap di Dalam Toko, Pengamanan Diperketat, Pemilik Dilarang Masuk

654
Petugas Damkar mendatangi lokasi kebakaran setelah dapat informasi masih ada asap di dalam toko. Foto: Jamal Suteja/Radar Cirebon

CIREBON- Kebakaran di Jl Pekiringan masih menyisakan pukulan yang hebat bagi para pemilik toko. Tidak hanya kerugian materi, mereka juga terdampak secara psikologis. Mayoritas pemilik toko memang tak bisa menyelamatkan barang. Keselamatan nyawa lebih diutamakan.

Nah, di antara toko yang terbakar adalah toko mainan Bintang dan Bintang Baru. Rusyadi dan istri yang menjadi pemilik toko, masih shock saat melihat sisa kebakaran di toko mereka. Semua barang tidak bisa diselamatkan saat itu. Karena mereka lebih memilih menyelamatkan diri.  Toko yang merangkap rumah dan gudang di dalamnya itu terbakar dengan cepat.

Kerugian pun ditaksir mencapai Rp1 miliar hingga Rp3 miliar. “Masih ada uang di dalam, tadi petugas damkar melihat ke dalam. Tapi kita tidak bisa ambil karena diminta polisi untuk tidak menyentuh. Nunggu dulu proses penyelidikan,” ujar Rusyadi kepada Radar, kemarin.

Dia sendiri kurang begitu hafal jumlah uang yang berada di dalam toko tersebut. Hanya saja ditaksir jumlahnya jutaan rupiah. Begitu juga dengan barang-barang yang berada di toko dan gudang. Kemarin, kebetulan petugas damkar kembali lagi ke tokonya. Karena ada laporan terdapat asap yang mengepul dari dalam. Kemudian petugas damkar yang membawa satu unit mobil damkar, menelusuri titik asap.

Di sana, mereka pun mencoba memadamkan titik asap. Titik asap juga terlihat dari dalam lokasi gedung belakang, yang disebut menjadi sarang walet. “Di dalam ada sarang walet, itu ada lagi asap,” sebut salah satu petugas damkar.

Tak hanya itu, ternyata jaringan gas PGN yang terpasang di kawasan itu juga belum mati sepenuhnya. Sejumlah petugas damkar yang berada di lokasi sempat mencium bau gas. Saat itu juga, petugas memanggil pihak PGN agar mematikan jaringan gas yang berada di toko Bintang.

Setelah kejadian ini, memang pengamanan di area cukup ketat. Ketidakpastian kedatangan Puslabfor Mabes Polri membuat tempat itu dijaga agar tetap steril. Praktis para pemilik toko tidak bisa secara langsung mengevakuasi barang-barang yang masih bisa diselamatkan. Namun ada pula toko yang kebakarannya tidak terlalu parah, sudah mulai mengevakuasi dan membersihkan barang-barang.

Pemilik Toko Bintang, Sumantri juga masih shock. Saat kejadian pagi hari itu, kebetulan dia berada di rumahnya yang merangkap dengan toko mainan itu. Dia diberitahu tetangga tokonya, agar segera keluar menyelamatkan diri karena ada kebakaran.

Dia yang saat itu baru bangun, pun langsung keluar dengan pakaian ala kadarnya. Api memang sudah mulai menyala sejak pagi. Damkar pun saat itu sudah ada. Namun ternyata api belum tuntas, dan kebakaran kembali melumat dan merembet ke toko lain sampai ke depan.

Asal api sendiri, kata Sumantri, berasal dari garasi toko emas Merak. Dugaannya, api itu muncul dari aksi pembakaran sampah. Dia pun berharap agar pihak kepolisian menginvestigasi perisitiwa ini. Seharusnya, kata dia, pemilik toko emas Merak bertanggungjawab dengan peristiwa ini. Terlepas hal ini juga merupakan musibah.

Sumantri tetap mencoba menyerahkan hal ini kepada Tuhan. “Saya dikasih tahu itu sekitar jam 06.30 api sudah masuk ke toko, langsung keluar tanpa menyelematkan barang barang. Ya kerugian banyak, mungkin sampai miliaran. Kalau saya tetap meyakini kepada yang Maha Kuasa. Melalui musibah ini ambil hikmah dan mudah-mudahan dapat rezeki yang berlimpah lagi,” katanya kepada Radar.

Kejadian itu cukup membuat anaknya trauma. Saat kebakaran, sang anak melihat api membumbung di atas toko. “Anak saya yang melihat api sudah membumbung tinggi ada di atas toko. Sekarang masih trauma, belum berani melihat ke lokasi. Ya mudah-mudahan bisa cepat ada investigasi, kenapa penyebabnya, dan seharusnya ada,” katanya.

Cerita sisa kebakaran juga dialami oleh Boby Wijaya, pemilik Butik Ibo. Meski yang terbakar tidak terlalu parah, namun kerugian yang dialami Boby juga mencapai miliaran. Kebakaran menghanguskan sejumlah gaun pesta dan gaun pengantin miliknya. “Yang toko saya bagian depan butik saja. Ya gaun pesta dan pernikahan harganya variatif,” ujarnya.

Toko dua lantai itu, kata Bobby, tidak diasuransikan. Sehingga dia saat ini masih bingung untuk membuka usahanya kembali. Dia berharap agar penyebab kebakaran terkuak. “Kasihan ada banyak toko yang sampai semua habis. Kalau saya masih bisa ada yang diselamatkan. Tapi itu Toko Bintang sampai habis,” katanya.

Titik api, kata Boby, memang sudah terlihat membakar di belakang garasi. Diduga kuat pegawai yang berada di belakang membakar sampah, lalu terbawa angin hingga  membakar pohon beringin. Dari situlah api membakar gudang dan garasi serta isinya, kemudian merembet ke toko-toko. “Kebetulan yang pemilik toko yang sebelah saya itu melihat jam empat pagi pohon beringin terbakar gede,” sebutnya.

Dia berharap agar pemilik toko yang disebut menjadi titik awal penyebab api bisa mengerti keadaan tersebut. “Ya kita sih gak nuntut minta berapa, ini juga musibah. Tapi tolong nyumbang. Kasihan banyak yang babak belur, abis semua barang-barang jualan di toko,” katanya.  (jml/arn)