Masih Banyak Titik Api yang Kembali Muncul di Kawasan TNGC

Kabupaten Kuningan
kebakaran-ciremai-psawahanDIPANTAU: Petugas BPBD Kuningan memantau titik api dari Pos Taktis di belakang kantor Kecamatan Pasawahan, Selasa (9/10). Foto: M Taufik/Radar Kuningan

KUNINGAN – Kebakaran hutan kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) hingga hari kesepuluh masih sulit dipadamkan, Selasa (9/10). Bahkan titik api terus meluas hingga total lahan yang terbakar pun kini mendekati 1.000 hektare.

Puluhan personel gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan, Balai TNGC dibantu Masyarakat Peduli Api (MPA), relawan dan anggota TNI-Polri belum berhasil menjinakkan api yang kini berputar arah mendekati Blok Bintangot, Desa Seda. Kondisi medan yang terjal berbatu dan keberadaan alang-alang kering menjadikan kendala untuk tim memadamkan api.

“Hari kesepuluh ini banyak titik api yang kembali muncul setelah sempat dinyatakan padam sehari sebelumnya. Diduga masih ada bara api di balik bebatuan atau di batang pohon yang kembali menyala setelah tertiup angin dan membakar ilalang di sekitarnya,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Kuningan Agus Mauludin kepada Radar, kemarin.

Agus mengatakan, pada hari Selasa kemarin titik api masih terlihat di empat lokasi yaitu Blok Gunung Dulang, Blok Bintangot, Cileutik dan Sigedong. Sebanyak 88 personel gabungan sudah dikerahkan untuk melakukan pemadaman dan mencegah perluasan kobaran api dengan membuat sekat bakar dan lainnya.

“Alhamdulillah, untuk daerah sekitar Kebun Raya Kuningan (KRK) api sudah bisa diatasi. Yang menjadi fokus penanganan kami sekarang adalah kebakaran di Blok Sigedong yang mendekati kawasan hutan alam,” ujar Agus.

Lebih lanjut dikatakan Agus, hingga kemarin pendataan luas lahan kawasan TNGC yang terbakar masih di kisaran 900 hektare ditambah 20 hektare kawasan Kebun Raya Kuningan. Berbagai upaya pun tengah dilakukan tim untuk mempercepat pemadaman agar lahan hutan yang terbakar tidak semakin luas.

“Pukul 16.30 WIB sudah diberangkatkan tim bantuan dari PDAU dan warga Desa Cibuntu lewat jalur Batu Arca untuk menangani titik api di Blok Gunung Dulang. Untuk pemantauan kami sudah membuat pos taktis di belakang kantor Kecamatan Pasawahan yang akan bertugas memberitahukan keberadaan titik-titik api yang masih menyala dan baru,” pungkas Agus. (fik)