Mediasi Atalarik dengan Marwa tanpa Hasil

410
MASIH ALOT: Tsania Marwa (tengah) dan Atalarik Syach (kanan) menjalani sidang perceraian di PA Cibinong, Selasa (18/4). Foto: Fedrik Tarigan/Jawa Pos

ATALARIK Syach menghadiri sidang perceraiannya dengan Tsania Marwa di Pengadilan Agama (PA) Cibinong, Jawa Barat, Selasa (18/4). Ketika tiba sekitar pukul 10.20 WIB, dia langsung dijaga ketat 14 pria tegap yang mengenakan seragam safari berwarna hitam.

Dia dikawal hingga masuk ruang sidang. Di dalam, sang istri sudah menunggu dengan didampingi kuasa hukum.

Pasangan yang sudah dikaruniai dua anak itu menuju ruang mediasi. Sekitar 1,5 jam kemudian, Atalarik keluar dari ruangan tersebut. Tanpa berkata apa-apa, dia kembali ke mobil dengan pengawalan ketat.

Sebaliknya, Marwa mau bercerita. Perempuan 26 tahun itu tetap kukuh pada keputusan awal. “Saya tetap pada keputusan saya untuk melanjutkan gugatan cerai saya kepada Atalarik. Dan saya meminta hak asuh anak saya,” ucapnya tegas.

Dalam beberapa pemberitaan, Marwa disebut kabur dari rumah. Kemarin kuasa hukumnya, Hamdan, memberikan penjelasan.

Menurut dia, justru Atalarik yang menelepon ke mertuanya untuk menitipkan istri dan anak-anaknya. Sebab, saat itu dia syuting hingga larut. “Sehingga, tidak ada itu klien kami (Marwa, red) kabur dari rumah,” kata Hamdan.

Kedua, lanjut Hamdan, Marwa punya list kesepakatan barang-barang yang harus dikembalikan. Tapi, sampai saat ini belum terpenuhi. Selain itu, Atalarik berbohong soal anak-anak.

Dia menelepon orang tua Marwa mau mengajak anak-anak makan pizza. Namun, hingga kini anak-anak masih bersamanya. Peristiwa Marwa membawa polisi ke rumah Atalarik juga sempat viral.

“Namanya anak, hak ibu dan bapaknya. Tidak ada ambil paksa, itu haknya,” ujar Hamdan. “Karena dalam perlindungan anak selama itu anak di bawah 12 tahun, itu hak asuhnya di Marwa. Kami ada rencana lapor ke KPAI. Karena kami tidak mau anak-anak menderita psikis,” lanjutnya. (glo/c19/na)