Memalukan! Oknum Wartawan Embat Laptop Milik Kepala SMPN 2 Sindang

Aksi Terekam Kamera CCTV

Insiden 24 jam
SS (60) oknum wartawan warga Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon diamankan Polsek Sindang setelah kedapatan mencuri laptop di ruangan Kepala SMPN 2 Sindang, Kabupaten Indramayu. FOTO: KOMARUDIN/RADAR INDRAMAYUSS (60) oknum wartawan warga Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon diamankan Polsek Sindang setelah kedapatan mencuri laptop di ruangan Kepala SMPN 2 Sindang, Kabupaten Indramayu.FOTO: KOMARUDIN/RADAR INDRAMAYU

INDRAMAYU– Seorang oknum wartawan berinisial SS (60), warga Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, harus berurusan dengan polisi. Ia ditangkap karena ketahuan mencuri satu unit laptop dari ruangan Kepala SMPN 2 Sindang, Kabupaten Indramayu. Aksi tak terpuji SS itu terekam kamera CCTV.

Data yang dihimpun Radar Indramayu, oknum wartawan sebuah media cetak mingguan itu diamankan saat berada di kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu, sekitar 2 kilometer dari SMPN 2 Sindang. Kini ia ditahan di dalam bui di Mapolsek Sindang untuk selanjutnya diproses hukum.

Kapolres Indramayu AKBP M Yoris YM Marzuki SIK melalui Kapolsek Sindang AKP Iin Sukaeti membenarkan pihaknya mengamankan oknum wartawan tersebut. Dari tangan tersangka ikut diamankan barang bukti laptop dan satu unit sepeda motor, ID card wartawan bersama surat tugasnya dan satu ID card lainnya.

Iin mengatakan, pihaknya menerima laporan dari pihak sekolah SMPN 2 Sindang terkait peristiwa pencurian tersebut. Dari olah TKP, petugas mengindentifikasi pelakunya. Karena aksi pencurian tersebut terekam kamera CCTV yang terpasang di ruangan kepala sekolah.  “Tak lama, hanya butuh waktu sekitar 12 jam tersangka berhasil kita amankan. SS ditangkap saat berada di kantor Disdik  Kabupaten Indramayu,” ujar Iin.

Dalam rekaman CCTV, terlihat seorang pria berkumis, yakni tersangka SS, dengan gerak-gerik mencurigakan mondar mandir di depan pintu ruangan kepala SMPN 2 Sindang. Tak beberapa lama kemudian dengan tergesa- gesa masuk ruangan lalu mengambil laptop yang ada di meja kepala sekolah.

Dengan gerak cepat, SS memasukan laptop ke dalam tas ranselnya. Ia kemudian keluar ruangan dan kabur. “Saat diperiksa, SS mengakui perbuatannya. Alasannya karena terdesak ekonomi. Tapi, apapun alasannya, aksi itu tidak dibenarkan. Kami jerat dengan Pasal 362 KUHPidana dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun penjara,” pungkas kapolsek. (kom)