oleh

Menilik Catatan Perjalanan Bujangga Manik: Lebih 400 Nama Tempat Masih Digunakan Hingga Kini

-Caruban Nagari-57 views

SASTRA Sunda telah hadir ratusan abad silam. Bahkan sebelum Islam masuk tanah Jawa, naskah kuno berbahasa Sunda ditemukan. Naskah yang ditulis pada daun nipah   dalam puisi naratif berupa lirik yang terdiri dari delapan suku kata, dan saat ini disimpan di Perpustakaan Bodley di Universitas Oxford sejak tahun 1627 (MS Jav. b. 3 (R), cf. Noorduyn 1968:469, Ricklefs/Voorhoeve 1977:181).

Entah bagaimana naskah kuno berisi perjalanan Bujangga Manik ini jadi koleksi Perpustakaan Bodleian di Oxford Inggris sejak tahun 1627 atau 1629.

Hingga tahun 1950 baru disadari bahwa naskah di atas 29 lembar daun palem itu merupakan naskah kuno dari Jawa Barat Indonesia. Bagi orang Sunda dan Indonesia tentu penemuan ini besar sekali artinya.

Naskah Bujangga Manik adalah naskah primer, yang merupakan peninggalan dari naskah berbahasa Sunda yang sangat berharga. Naskah ini ditulis dalam daun nipah, dalam puisi naratif  berupa lirik  yang terdiri dari 8 suku kata. Naskah ini seluruhnya terdiri dari  29 daun nipah, yang masing-masing  berisi  56 baris kalimat yang terdiri dari 8 suku kata.

Yang menjadi tokoh dan yang menulis naskah ini adalah Prabu Jaya Pakuan alias Bujangga Manik, seorang resi Hindu dari kerajaan Sunda. Walaupaun ia seorang prabu (keluarga raja/ bangsawan) dari keraton Pakuan Pajajaran, ia lebih suka menjalani hidup sebagai seorang resi.

Bujangga Manik melakukan perjalanan 2 kali ke negeri Jawa. Pada perjalanan kedua, ia singgah  di Bali untuk beberapa lama serta ke pulau Sumatra dan akhirnya ia bertapa di sekitar gunung Patuha sampai ia meninggal.

Bujangga Manik dalam naskah ini  menyebut negri Majapahit, Malaka, dan Demak, hal ini dapat diperkirakan bahwa  naskah ini ditulis pada akhir abad ke14 M, atau awal abad ke15 M.

Naskah ini sangat berharga karena menggambarkan topografi pulau jawa pada awal abad ke15 M. Lebih dari 400 nama tempat tinggal dan sungai disebut  dalam naskah ini dan berbagai nama tempat yang masih digunakan hingga kini.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Berikut ringkasan naskah Sunda Kuno Bujangga Manik

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed