Menjelajah Pesona Wisata Mangrove

903
MANGROVE: Kawasan Wisata Mangrove Karangsong menawarkan pesona hutan mangrove. OKRI RIYANA/RADARCIREBON
MANGROVE: Kawasan Wisata Mangrove Karangsong menawarkan pesona hutan mangrove. OKRI RIYANA/RADARCIREBON

INGIN melihat hamparan mangrove? Cukup datang ke Desa Karangsong, Kecamatan/Kabupaten Indramayu. Ada Kawasan Wisata Mangrove Karangsong di sana. Jalan menuju ke sana tidak sulit karena kawasan ini berada di pusat kota Indramayu.

Kawasan Wisata Mangrove Karangsong dekat dengan TPI Karangsong. Saat memasuki kawasan ini, pengunjung akan disuguhkan pemandangan aktivitas nelayan yang menimbang ikan, hingga membuat jaring.

Dilengkapi kawasan parkir yang luas dan nyaman, pengunjung tidak bakal kerepotan memarkir kendaraannya. Untuk bisa menikmati pemandangan mangrove, pengunjung hanya perlu membayar Rp15 ribu per orang. Harga itu sudah termasuk perahu. Cukup murah bukan?

Setelah membayar tiket masuk, pengunjung akan diantar menggunakan perahu menuju jalur jelajah hutan. Bila di daerah lain kawasan mangrove dinikmati di atas perahu, di Kawasan Wisata Mangrove Karangsong, pengunjung bisa menikmati keindahan hutan dengan perahu saat menuju terminal dan berjalan kaki.

Setibanya di jalur jelajah mangrove, pengunjung tinggal mengikuti track dari bamboo dengan lebar sekitar 1,5 meter yang sudah disediakan pengelola. Dan perjalanan pun dimulai.

Beberapa langkah memasuki ‘garis start’ kawasan wisata mangrove, pengunjung akan berdecak kagum melihat cahaya matahari yang berusaha menembus pepohonan. Lokasinya ciamik untuk melakukan swafoto atau mungkin photo session.

Memiliki luas 15 hektare, tentu ada saja pengunjung yang merasa lelah saat menjelajah. Namun tidak usah khawatir, di beberapa titik, pengelola menyediakan tempat duduk. Dan lagi-lagi, bukan hanya sekadar tempat duduk. Dengan latar belakang hutan, tempat istirahat pun cocok untuk lokasi mengabadikan momen liburan. Selain itu, di jalur masuk dan keluar terdapat mercusuar. Pengunjung bisa melihat hamparan mangrove dari atas setelah naik ke lantai 3 mercusuar.

Tidak hanya deretan pohon-pohon mangrove, saat berkeliling, pengunjung juga bisa menjumpai hewan-hewan yang berhabitat di kawasan mangrove. Pihak pengelola pun memberi peringatan agar pengunjung tidak melakukan perburuan pada hewan yang berada di ekosistem ini.

“Ini kawasan wisata buatan. Awalnya hanya untuk mencegah abrasi, tapi ternyata bisa menjadi daya tarik wisatawan,” ujar Tarika, kepala Bidang Penghijauan Kelompok Masyarakat Pantai Lestari.

Dikatakannya, Kawasan Wisata Mangrove Karangsong dikelola secara swadaya oleh kelompok masyarakat. Baru resmi beroperasi sebagai kawasan wisata sejak 14 Juni 2015, respons masyarakat cukup tinggi. Dalam satu bulan, lebih dari 5.000 pengunjung mendatangi kawasan itu. Di akhir pekan, pengunjung kebanyakan berasal dari luar kota.

“Pemasukan dari pengunjung, selain untuk pemeliharaan, juga untuk pengembangan. Kita terus melakukan pendekatan ke desa tetangga untuk mengembangkan wisata mangrove,” ujarnya.

Keberadaan Kawasan Wisata Mangrove Karangsong ini juga tidak lepas dari dukungan Pertamina. Tarika berpesan kepada para pengunjung untuk bersama-sama menjaga kawasan hutan mangrove. “Yang tadinya hanya untuk mencegah abrasi, kini menjadi tempat wisata. Dan semoga saja desa lain bisa mengembangkan kawasan-kawasan seperti ini,” jelasnya.

Menjelajah hutan seluas 15 hektare tidak begitu melelahkan. Sajian pemandangan yang begitu menenangkan membuat lelah tidak terasa. Bila lapar, pengunjung tidak perlu repot mencari tempat makan. Karena di dekat Kawasan Wisata Mangrove terdapat beberapa warung dan rumah makan gombyang kepala ikan khas Indramayu. Bagaimana, penasaran? (kri/kmg)

 

 

BAGIKAN