Meski Ada Petugas, Pengendara Tetap Bandel Parkir Sembarangan

Kota Cirebon
Di Jl Siliwangi masih banyak kendaraan melanggar rambu parkir. FOTO:OKRI RIYANA/RADAR CIREBONDi Jl Siliwangi masih banyak kendaraan melanggar rambu parkir. FOTO:OKRI RIYANA/RADAR CIREBON

CIREBON-Personel Dinas Perhubungan (Dishub) disiagakan di semua ruas jalan Kawasan Tertib Lalu Lintas (KTL). Kendati demikian, sejumlah pengendara masih saja memarkirkan kendaraannya di trotoar dan bahu jalan. Selain itu, di depan sejumlah sekolah yang berada di jalan protocol, trotoar malah digunakan untuk mangkal ojek online.

Kepala Seksi Bimkes Dalops Dishub Rony Priatna SSiT menyayangkan kondisi ini. Mengingat keadaan trotoar di sejumlah ruas jalan protokol tidak bisa digunakan sesuai fungsinya. Yang semestinya untuk pedestrian dan dibuat ramah untuk penyandang disabilitas. “Sudah jelas ada rambu peringatan, ada spanduk juga. Tapi ya sering diabaikan,” ujarnya kepada Radar Cirebon.

Diakui Rony, ragam pelanggaran tersebut membuktikan bahwa masyarakat tingkat kesadaran hukumnya masih lemah. Tertib dan patuh lalu lintasnya juga kurang. Sehingga meski melihat ada rambu rambu larangan parkir, dan spanduk KTL, tetap dilanggar. “Ada petugas ditegur pindah. Kalau nggak ada petugas ya balik lagi,” katanya.

Kondisi ini, kata dia, merupakan akumulatif. Pertumbuhan kendaraan di Kota Cirebon sangat signifikan. Pusat keramaian juga bertambah. Kondisi tersebut membuat sejumlah ruas jalan mengalami kepadatan. Kebutuhan parkir juga tinggi. “Suka tidak suka, orang dari luar kota banyak yang datang berkunjung. Orang membeli sesuatu, bawa kendaraan tapi malas mencari tempat parkir,” tuturnya.

Tetapi dibandingkan dengan lalu lintas kawasan destinasi lain di Jawa Barat seperti Bandung Raya dan Kawasan Bogor, Bekasi, Karawang, Depok di wilayah Cirebon Raya, terbilang masih terkendali. Kepadatan juga hanya terjadi di jam-jam tertentu saja. Meski demikian, bukan berarti pelanggaran ditoleransi. (awr-mg)