CIREBON – Suasana terminal elf Dukuh Semar, makin lama makin sepi. Ini karena faktor banyaknya titik-titik yang sering dijadikan terminal bayangan, serta sepinya penumpang yang singgah di terminal ini.
Hasil pantauan Radar, beberapa titik sering menjadi terminal bayangan, di antaranya pertigaan Penggung Raya maupun Pertigaan By Pass. Akibat banyaknya terminal bayangan ini, kuantitas para penumpang mulai rendah, mereka justru enggan datang ke terminal Elf ini.
Siswono misalnya, sopir trayek Cirebon-Kuningan ini mengaku lebih memilih tidak transit masuk terminal, karena sekarang terminal lebih sepi penumpangnya. “Saya lebih memilih tidak masuk terminal Dukuh Semar, karena terminal bayangan lebih menjanjikan dengan kondisi penumpang siap untuk diberangkatkan,” ujarnya saat ditemui Radar, kemarin.
Sementara itu, Komandan Regu, Dinas Perhubungan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Terminal Elf Dukuh Semar, Ibrahim mengakui jika terminal elf lambat laun semakin ditinggalkan penumpangnya, hal ini karena minimnya fasilitas umum terminal serta banyaknya terminal bayangan. “Terminal ini semakin sepi, imbasnya retribusi semakin menurun,” ungkapnya.
Ibrahim membeberkan beberapa strategi jika ingin terminal elf ini eksis. Pertama, terminal harus kembali ditata dalam hal fisik, penerangan jalan umum (PJU) agar diperbaiki, dan diberikan sangsi tegas untuk para sopir yang enggan masuk terminal elf.
“Selain karena PJU, terminal juga saya perhatikan semakin kumuh, terlebih lagi pada sore dan malam hari, gelap akhirnya sering dijadikan tempat mesum oleh oknum tertentu,” ujarnya.
Dia juga mengatakan, untuk meramaikan terminal, daripada kios tidak dimanfaatkan, yakni dengan membuka pasar burung, ayam dan sejenisnya. “Pasar burung ini akan kembali menghidupkan suasana terminal, seperti yang ada di terminal kota besar, artinya kios yang ngambruk ini bisa dimanfaatkan,” paparnya.
Saat ditanya apakah setuju jika Terminal Elf dipindahkan, Ibrahim mengaku sangat setuju jika memang demi meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari retribusi yang ditarik dari tiap trayek mobil angkutan.(ung)


