Minat Petani Tanam Kacang Kedelai Rendah, Nih Buktinya

685
PANEN: Petani memasukkan kulit kedelai pascapanen beberapa waktu lalu. Target luas tanam kedelai sulit tercapai. FOTO: ONO CAHYONO/RADAR MAJALENGKA

MAJALENGKA – Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan (Distankan) Majalengka, Wawan Suwandi menyebutkan dari tahun ke tahun minat petani untuk menanam kacang kedelai sangat rendah. Nilai ekonomis komiditas tersebut dianggap kurang menguntungkan dibanding komoditas palawija lainnya.

Tahun ini saja, dari target 1.172 hektare (ha) luas tanam hanya terrealisasi 212 hektare. Berbeda di tahun 90-an, areal tanam kedelai lebih dari 5 ribu hektare.

Kondisi itu dipengaruhi rendahnya minat petani untuk menanam kedelai. Sehingga kalah bersaing dengan komoditas tanaman pangan lainnya yakni padi dan jagung. Sehingga petani lebih memilih menanam palawija yang lebih menguntungkan.

“Berbeda degan minat menanam jagung. Dari target 6.545 hektare, realisasi tanam mencapai 2.643 hektare. Meski tidak mencapai target namun hampir 50 persen masih produksi. Memang kedelai bukan prioritas utama karena setelah panen padi biasanya mencoba menanam kedelai,” papar Wawan, Minggu (16/7).

Rendahnya produksi kedelai berdampak buruk terhadap pencapaian swasembada kedelai dalam negeri. Bahkan kebutuhan kacang kedelai untuk produksi tahu dan tempe tidak terpenuhi. Sehingga sering terjadi kelangkaan dan fluktuasi harga kedelai yang menyulitkan para perajin tahu dan tempe di wilayah Majalengka.

Pihaknya mengaku tidak mudah memotivasi petani untuk menanam kedelai. Namun pihaknya berupaya mendorong minat petani menanam kedelai. Salah satunya bantuan benih dari pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian setiap tahun. Meski disediakan benih, namun dengan kondisi cuaca saat ini petani tidak mau menanggung risiko kerugian. (ono)