Misteri Pembunuhan Dufi

Abdullah Fithri Setiawan alias Dufi. Ia meninggal pada 18 November 2018 pukul 06:30 WIB di Kawasan Industri Kembang Kuning, Kecamatan Klapanunggal, Bogor, Jawa Barat.

Jenazah Dufi sudah diotopsi oleh kepolisian. Hasilnya, ditemukan banyak luka terbuka di sekujur tubuhnya yang merupakan bekas tindakan kekerasan. Jenazah Dufi sudah dimakamkan di TPU Budi Darma Semper Timur, Cilincing, Jakarta Utara, sekitar pukul 07.30 WIB, Senin (19/11/2018).

Polisi menambah daftar pemeriksaan saksi dari pembunuhan Abdullah Safitri (Dufi). Sebelumnya, hanya pemulung berinisial SA (56) yang diperiksa, lantaran dialah yang menemukan Dufi.

“Sudah kami periksa 5 orang saksi-saksi, termasuk saksi petunjuk yakni keluarganya,” kata Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombespol Trunoyudo Wisnu Andiko.

Trunoyudo mengatakan, keluarga diperiksa sebagai petunjuk karena mereka merupakan orang terdekat yang kemungkinan tahu informasi terakhir sebelum Dufi ditemukan tewas, pada Minggu (18/11). Untuk saat ini, polisi menyatakan masih berfokus pada pemeriksaan saksi.

“Saat ini masih proses penyidikan, tadi rekan penyidik bilang mohon bersabar, takutnya mengaburkan jalannya penyidikan,” imbuh Trunoyudo.

Polda Jawa Barat juga belum memaparkan hasil perkembangan terkait mobil Kijang Innova B 1906 SZI milik korban yang diparkir di sekitar stasiun Rawa Buntu, pada Jumat (17/11).

Mayat Dufi sebelumnya ditemukan di dalam drum oleh seorang pemulung, yang tengah mengais sampah di sekitar lokasi kejadian di Kampung Narogong, Klapanunggal, Kabupaten Bogor Jawa Barat pada Minggu (18/11/2018) sekitar pukul 06.00 WIB.

SA awalnya mengira isi tong yang dikeruknya berisi sampah. Namun yang mencurigakan adalah tong tersebut tertutup lakban hitam, hingga diketahui isinya adalah mayat Dufi.

Kepala Forensik RS Polri Kramat Jati dokter Edi Purnomo menyebutkan ada beberapa luka sayatan di tubuh korban.

“Kami melihat ada luka sayatan senjata tajam di leher yang mengenai pembuluh darahnya, di punggung dan sedikit luka sayatan di dada korban” ujar Edi, Selasa 20 November 2018.

Edi mengatakan senjata yang digunakan pelaku pembunuhan untuk menghabisi nyawa Dufi belum bisa dipastikan. “Saya tidak dapat mengetahui dengan jelas, senjata tajam apa yang dipakai oleh pembunuh Dufi” kata Edi.

Edi masih menunggu hasil autopsi dari penyidik. Dari hasil autopsi itu kemungkinan bisa diketahui waktu pembunuhan korban.

Dufi dan keluarganya tinggal di Blok AB 3 Nomor 23 RT 02/06 Telaga Gading Serpong, Cluster Catalina Kelurahan Medang Kecamatan Pagedangan Kabupaten Tangerang.

“Selama lebih dari 1 tahun menjadi freelance sales marketing, almarhum tak pernah punya musuh, baik di tvMu maupun lingkungan Muhammadiyah. Beliau tidak pernah ditugasi meliput berita, karena tugas dan tanggung jawab almarhum sebagai sales marketing. Jadi, beliau bukan wartawan tvMu,” tulis Direksi tvMu dalam keterangan tertulisnya, Selasa (20/11).

Sebelumnya Direktur Keuangan dan SDM TV Mu, Harry Purnomo juga sudah membenarkan soal status pekerjaan Dufi di tvMu. Namun Harry menyebut Dufi pernah menjadi wartawan.

Berikut penjelasan lengkap Direksi tvMu terkait status pekerjaan almarhum Dufi:

  • Dufi adalah tenaga freelance sales marketing di tvMu.
  • Almarhum sudah menjadi freelance sales marketing di tvMu lebih dari setahun.
  • Dufi adalah sosok yang luar biasa, pekerja keras, sholeh, dan sangat bertanggungjwab pada keluarga.
  • Selama lebih dari 1 tahun menjadi freelance sales marketing, almarhum tak pernah punya musuh, baik di tvMu maupun lingkungan Muhammadiyah.
  • Beliau tidak pernah ditugasi meliput berita, karena tugas dan tanggung jawab almarhum sebagai sales marketing. Jadi, beliau bukan wartawan tvMu.
  • Selama ini redaksi tvMu tidak pernah menugaskan wartawan tvMu untuk menginvestigasi Mobil Esemka, termasuk almarhum Dufi.
  • Direksi tvMu sudah bertemu langsung dengan pihak keluarga besar almarhum di Semper, Cilincing, Jakarta Utara pada Senin (19/11), juga istri almarhum (20/11) di rumah duka di Serpong, Tangerang.
  • Pihak keluarga menyampaikan, bahwa mereka sudah mengikhlaskan dengan kejadian ini dan menyerahkan penyelidikan sepenuhnya pada pihak kepolisian. Pihak keluarga minta agar peristiwa ini segera diusut sampai tuntas.
  • Almarhum meninggalkan seorang istri dan 6 anak yang masih kecil. Jika ada pihak yang ingin mendonasikan kelebihan harta untuk meringankan beban istri, silahkan langsung berhubungan dengan beliau.
  • Mohon doakan teman kita, Dufi, husnul khotimah. Demikian rilis yang buat. Atas perhatian, kami ucapkan terima kasih.