Moh Salah Langgengkan Tradisi Premier League

SalahMomaed Salah

KEKALAHAN Mesir atas Rusia kemarin dini hari memang berujung tertutupnya kans ke fase knockout. Namun, ada hal baik pada laga yang dihelat di St Petersburg stadium itu. Ya, Mohamed Salah sudah pulih. Itu adalah laga pertamanya pasca cedera dislokasi bahu di final Liga Champions (27/5).

Comeback winger 25 tahun tersebut kian mantap karena dia mencetak satu gol meski via eksekusi penalti pada menit ke-73. Tetapi, itu sudah cukup untuk melanjutkan tradisi peraih sepatu emas Premier League yang selalu mencetak gol di Piala Dunia sejak edisi 2006.

Dimulai dengan Thierry Henry saat membukukan tiga gol di Jerman. Empat tahun berselang, Didier Drogba mencetak satu gol saat berkostum Pantai Gading. Dan, dilanjutkan Luis Suarez empat tahun lalu bersama Uruguay dengan dua gol. Masih ada satu pertandingan lagi bagi eks pemain Chelsea dan AS Roma itu untuk menyamai atau melewati torehan gol Henry, yakni melawan Arab Saudi (25/6).

Hanya saja, pelatih Hector Cuper mengatakan penyatuan Salah dengan tim di Piala Dunia agak terlambat karena cederanya. Meski kondisinya saat ini sudah 100 persen fit. Pelatih 62 tahun itu juga mengatakan seberapa hebat pun Salah, tetap dia membutuhkan kehadiran tim.

“Jika dia tidak cedera di final Liga Champions, maka dia memiliki waktu tiga pekan untuk bergabung bersama kami di pemusatan latihan. Dia terpaksa berlatih di tempat terpisah dan itu yang membuat saya sedih,” kata eks pelatih Inter Milan itu kepada Sky Sports.

Mengenai nasibnya pasca Piala Dunia, Cuper mengatakan bahwa dia pasrah dengan yang akan terjadi untuk statusnya di tim. Sebab, kontraknya bersama The Pharaohs berakhir 30 Juni nanti.

“Nasib saya tidak hanya bergantung kepada saya seorang. Jika mereka (petinggi EFA federasi sepak bola Mesir, Red) tidak senang dengan apa yang telah saya lakukan, maka saya akan menjadi yang pertama pergi. Tidak ada keraguan tentang itu,” sambung pelatih asal Argentina tersebut. (io)