oleh

Muhammad Rozien, Santri Husnul Khotimah Korban Penusukan Sudah Hafal 5 Juz Alquran

Muhammad Rozien (17), santri Ponpes Modern Husnul Khotimah Kuningan yang menjadi korban penusukan adalah seorang hafiz. Almarhum ternyata sudah hafal 5 Juz Alquran.

MUMUH MUHYIDIN, Kuningan

MUHAMMAD Rozien memiliki cita-cita mulia sejak kecil. Ia ingin menimba ilmu agama Islam di pondok pesantren. Cita-cita tersebut akhirnya terkabul. Setelah lulus SD di Banjarmasin, ia langsung mondok sambil sekolah di Ponpes Husnul Khotimah Kuningan.

Cita-citanya itu mendapat dorongan penuh dari orang tua. Buah kerja kerasnya membuahkan hasil. Sebelum wafat, Rozien sudah bisa menghafal Alquran sebanyak 5 Juz. Ini pula yang menjadi kebanggan orang tuanya di Banjarmasin.

“Dari data di Pondok, Ananda Rozien sudah hafal 5 Juz Alquran. Dia mondok di Husnul dari MTs. Tahun ini dia mau wisuda MA. Berarti sudah lebih 5 tahun almarhum mondok di Husnul,” kata Afriadi, Humas Ponpes Husnul Khotimah.

Atas tragedi pilu yang menimpa Muhammad Rozien, pihak pondok pun merasa kehilangan. Mereka meminta agar pemerintah dan aparat dapat meningkatkan keamanan, sehingga insiden serupa tidak terjadi lagi, baik di Cirebon maupun di Kuningan.

“Pelajaran buat pemerintah daerah untuk menjaga keamanan wilayahnya. Sebab tugas pemerintah daerah adalah menjaga keamanan dan kenyamanan warganya,” timpal H Sanwani SH, Kadiv Humas Ponpes Husnul Khotimah.

Baca:

Sehari Setelah Penusukan Maut Santri Husnul Khotimah, Pelaku Tertangkap dan Didor

Innalillahi, Santri Ponpes Husnul Khotimah Tewas Ditikam Preman Bertato

Inilah Identitas Dua Pelaku Penusukan Santri Husnul Khotimah

Tidak Hanya Santri Husnul Khotimah, Malam Kejadian Tersangka Sasar Korban Lainnya

Khusus kepada kepolisian, Sanwani meminta agar selalu nengambil hikmah dari setiap kejadian. Kejadian yang menimpa korban Muhammad Rozien diharapkan menjadi yang terakhir di wilayah Cirebon.

“Tugas kepolisian adalah memberi rasa aman dan mengayomi masyarakat. Kalau warga merasa tidak aman, maka ini akan merugikan citra polisi,” ujarnya.

Pesan untuk keluarga almarhum, pihak Ponpes Husnul Khotimah mendoakan agar diberikan kesabaran dan ketabahan dalam menerima takdir. Dan khususnya kepada santri Husnul Khotimah agar berhati-hati jika bepergian, diusakan berkelompok atau bergerombol dan jangan pulang larut malam. Pihaknya pun merasa sangat kehilangan atas wafatnya Rozien itu.

“Seluruh keluarga besar Yayasan Husnul Khotimah menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Ananda Rozien. Insya Allah mati syahid, sebab Rasulullah bersabda seperti diriwayatkan HR Turmudzi, barangsiapa keluar dari rumahnya dalam rangka mencari ilmu, maka ia berada di jalan Allah,” tutur Sanwani.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed