Muhammadiyah Bakal Salat Id di Masjid STIKes

Muhammadiyah Bakal Salat Id di Masjid STIKes - Radar Cirebon

CIREBON-Warga Muhammadiyah Kota Cirebon bakal menggelar salat id, Jumat (15/6), dipusatkan di Masjid STIKes Muhammadiyah Jl Kalitanjung. Ketua PD Muhammadiyah Kota Cirebon H Digyono mengatakan, petugas khatib salat id adalah Ust Drs Ahmad Nurjannah MSi ME.

Pihaknya berharap perayaan hari idul fitri ini menjadi momentum bagi umat Islam agar bisa lebih baik lagi di hari-hari yang akan datang. Terkait dengan perayaan Idul Fitri yang diprediksi bakal berlangsung bersama-sama ini, dia berharap sudah tidak lagi perbedaan dalam penentuan awal ramadan dan syawal.”Alhamdulillah serentak mudah-mudahan seperti ini terus tiap tahun,” ucap Digyono, kepada Radar Cirebon.

Sejauh ini, pihaknya mengimbau dengan selesainya bulan Ramadan umat Islam benar-benar ada perubahan ke depan, dari semua aspek. Diharapkan juga akan lebih istikomah dalam ibadah dan juga muamalat. “Sebulan kita telah melalui pendidikan rohani di bulan ramadan, ini tujuannya agar umat bertaqwa, dan kita harapkan ini terus dijaga di bulan-bulan berikutnya,” jelasnya.

Digyono menjelaskan, jauh-jauh hari Warga Muhammadiyah sendiri sudah mendapatkan ketetapan terkait dengan penentuan awal syawal. Ketetapan tersebut tertuang dalam Maklumat 01/MLM/1.0/E/2018 tentang penetapan hasil hisab Ramadan, Syawal dan Zulhijah 1439 H. Dalam surat itu, awal Ramadan, Syawal dan Zulhijah 1439 H berdasarkan hasil hisab hakiki wujudul hilal yang menjadi pedoman Majelis Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah.

Dari perhitungan hisab itu, tinggi bulan pada hari Kamis (14/6), saat terbenam matahari di Jogjakarta sudah memperlihatkan adanya hilal berada lebih dari 7 derajat. Sehingga 1 Syawal ditetapkan hari Jumat (15/6). “Dipastikan akan bersama karena tinggi hilal sudah lebih dari 7 derajat, ini kan sesuai dengan ketetapan dari pemerintah. Kalau rukyatul hilal tidak terlihat, akan melihat tinggi hilal, kalau lebih dari dua derajat hilal sudah nampak,” jelasnya.

Meski demikian pemerintah sendiri akan tetap menunggu hasil keputusan sidang isbat yang akan dilakukan pada Kamis (14/5) oleh Kementerian Agama. Wakil Ketua MUI Kota Cirebon, Dr KH Syamsudin MAg menyampaikan sesuai dengan ijtimak, atau berkumpulnya matahari, bulan dan bumi dalam satu jajar itu terjadi pada Kamis sore. Sehingga pemantauan hilal akan dilakukan pada Kamis. “Kita tetap menunggu hasil isbat, tapi kalau melihat tinggi hilal diatas 7 derajat kemungkinan besar 1 syawal akan jatuh pada hari jumat,” jelasnya. (jml)

Komentar Pembaca