Musim Hajatan, Waspada Keracunan Makanan

Kabupaten Cirebon
KeracunanILUSTRASI

CIREBON-Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cirebon, meminta warga agar berhati-hati dalam mengonsumsi makanan. Terlebih bagi warga yang sedang menyelenggarakan hajatan, agar memperhatikan kehigienisan bahan baku masakan, serta masa kedaluwarsa makanan ataupun masakan. Pasalnya, pada bulan lalu terjadi sekitar 24 orang keracunan makanan saat acara syukuran warga di wilayah Plumbon.

Kabid P2P Dinkes Kabupaten Cirebon Nanang Ruhyana mengatakan pihaknya tidak bisa terlalu masuk kepada hajatan warga masyarakat dalam mencegah keracunan. “Kalau itu kan wilayah pribadi warga, sehingga kita tidak bisa melakukan satu persatu mengambil sample untuk memastikan makanan tersebut aman,” ujarnya.

Meski demikian, pihaknya mengimbau agar warga bisa menggunakan katering dalam pelaksanaan hajatan. “Yang paling rawan itu memang ketika warga memasak masakan sendiri. Tetapi lebih aman memang ketika menggunakan jasa katering. Karena seluruh katering yang ada sudah mendapatkan izin kelayakan makanan untuk dikonsumsi dari Dinkes,” paparnya.

Menurut dia, jika memang warga memasak sendiri untuk hajatan tidak masalah, yang penting warga bisa memastikan semua bahan makanan itu higienis. “Warga mau masak sendiri ya nggak masalah, namun yang perlu diperhatikan adalah kehigienisan seluruh bahan makanan yang akan dipergunakan untuk hajatan,” jelasnya.

Karena kehigienisan bahan baku makanan saat hajatan sangat menentukan keamanan dan kelayakan makanan. “Higienis bahan makanan ini biasanya sangat mempengaruhi keamanan makanan. Karena kalau bahan baku makanan sudah tidak higienis maka masakan yang menggunakan bahan makanan tersebut jelas tidak aman untuk dikonsumsi,” ungkapnya.

Selain itu juga proses pembuatan masakan sangat memengaruhi keamanan makanan. Dan terakhir menurut Nanang adalah masa berlaku atau kedaluwarsa makanan juga harus diperhatikan. “Karena memang faktor kedaluwarsa ini kasusnya cukup banyak,” pungkasnya. (den)