Musim Kemarau, Petani Tembakau Untung

Kabupaten Majalengka
PETANI-TEMBAKAUPANEN TEMBAKAU: Petani tembakau di Desa Babakansari, Kecamatan Bantarujeg tengah melakukan penjemuran tanaman tembakau. Foto: Budhi Haryanto/Radar Majalengka

MAJALENGKA – Musim kemarau tahun ini tidak membuat seluruh petani merugi. Seperti yang dialami petani tembakau. Justru di musim kemarau seperti sekarang ini mereka sangat diuntungkan.

Sebab, untuk masa tanaman tembaku di musim kemarau masyarakat petani tembakau akan memperoleh hasil panen yang melimpah, juga kualitas tembakau bertambah baik jika dibandingkan masa tanam tembakau saat musim penghujan.

Menurut petani tembakau asal Desa Babakansari, Kecamatan Bantarujeg, Udin, untuk tanaman tembakau di musim kemarau ini tidak membutuhkan air yang melimpah, hanya dalam batasan air yang cukup dengan cara disiram. Bahkan jika masa tanam tembakau dilakukan saat memasuki awal musim hujan atau pada saat musim penghujan justru masyarakat petani tembakau akan merugi.

“Selain tanaman tembakau akan terancam gagal panen, karena terus-terusan diguyur hujan, juga masyarakat petani tembakau akan merasa kesulitan saat penjemuran tembakau,” paparnya diamini Yaya dan Maman.

Karena saat proses penjemuran tembakau akan berpacu dengan kondisi cuaca. Artinya, lanjut dia kalau terus-terusan turun hujan maka kesempatan untuk melakukan penjemuran tembakau akan menjadi terhambat, dan tembakau akan kering dalam proses waktu yang cukup lama. Maka secara otomatis hasil panen tanaman tembakau kurang baik.

“Tapi apabila masa tanam tembakau dilakukan pada musim kemarau hasil panen tembakau akan lebih baik, juga saat penjemuran akan memperoleh hasil yang sempurna,” tuturnya.

Dia menyebutkan, harga jual hasil panen tembakau pada musim tanam tahun sekarang cukup memuaskan dengan harga perkilogramnya antara Rp 40 ribu sampai Rp 60 ribu.

Terpisah, Sekretaris Desa Babakansari Abudin SE menyatakan, tanaman tembakau ini merupakan salah satu produk unggulan bagi masyarakat petani yang ada di Desa Babakansari. Bahkan menjadi salah satu andalan utama bagi masyarakat petani selain dari tanaman padi.

“Mudah-mudahan saja harga tembakau yang telah stabil seperti ini bisa tetap dipertahankan,” pungkasnya. (har)