Nasib Pemain Senior Persib Ini di Ujung Tanduk

2065
TIDAK SETUJU: Tantan Dzalikha tidak setuju dengan rencana PSSI membatasi usia pemain pada kompetisi resmi musim 2017. Foto: Dok. Jawa Pos

BANDUNG – Rencana pembatasan pemain berusia 35 tahun ke atas mulai didengungkan PSSI untuk kompetisi resmi musim 2017. Berbagai reaksi pun bermunculan karena banyak juga yang tidak setuju soal regulasi pemain senior.

Seperti yang dirasakan Tantan. Sebab, jika aturan pembatasan usia diberlakukan, nasibnya berada di ujung tanduk. Hal itu mengingat usianya sudah 34 tahun dan memasuki batas umur pada pertengahan 2017 nanti.

Tantan mengatakan, regulasi yang kini masih digodok tersebut bukanlah solusi yang ideal untuk memecahkan masalah perihal regenerasi. Karena, kata dia, di kompetisi top Eropa pun pemain yang sudah uzur masih banyak yang tetap menjadi andalan timnya.

Sebut saja Gianluigi Buffon atau Francesco Totti yang saat ini masih berstatus sebagai pemain aktif. Baginya, umur bukanlah halangan untuk tetap meraih prestasi.

“Kalau sudah deal (peraturannya), ya komentar saya kurang setuju. Banyak alasannya, di luar negeri saja di usia segitu masih bermain bola,” ungkap Tantan dikutip Simamaung.com, Selasa (10/1).

Penyerang lincah Persib tersebut tak gentar untuk bersaing merebutkan posisi inti dalam tim dengan pemain yang lebih muda. “Kabarnya hanya boleh ada dua pemain di atas 35 tahun di dalam tim untuk kompetisi 2017 mendatang. Tapi itu bukan alasan untuk tampil agresif,” ujarnya.

Memang, selama ini dirinya memiliki tekad yang kuat masuk skuat inti. Peluang menempati posisi inti masih tetap terbuka.

Secara kondisi fisik, Tantan pun merupakan salah satu pemain Persib yang punya ketahanan terbaik dalam beberapa musim terakhir. Itu terlihat dari catatan VO2Max dia setiap memasuki fase pra musim. Beberapa fans juga banyak yang mengidolakan Tantan.

“Insya Allah, yang penting masih punya kemauan dan semangat yang pantang menyerah,” tegas penyerang yang dijuluki Si Kujang Lembang.

Dia mengatakan bersedia untuk tetap bersaing dengan pemain muda lewat cara yang sehat. Tantan pun berjanji akan menerima dengan lapang dada jika pemain yang lebih muda itu punya kemampuan di atasnya.
Karena dalam satu tim, semua pemain harus saling memberikan dukungan. Namun, pemilik nomor punggung 82 itu tidak bisa berbuat banyak dan hanya bisa menyerahkan semua keputusan pada pihak federasi.

“Kalau emang anak muda yang lebih pantas untuk bermain, silahkan. Sebagai sesama pemain kita harus saling dukung. Tapi ya dikembalikan lagi ke yang berwenang gimana kebijakannya,” ucapnya.

Sebelumnya, PSSI melalui sang ketua, Edy Rahmayadi menyebut bahwa pada musim depan, federasi memberikan batasan bagi para pemain uzur. Setiap klub hanya boleh mendaftarkan dua pemain berusia 35 tahun ke atas. (net/mid)

BAGIKAN