Thursday, Mar 11th

Last update:06:13:11 PM GMT

You are here: Nasional Nasional Bawa 40 Istri Dubes, Hari Ini Ibu Negara ke Trusmi

Bawa 40 Istri Dubes, Hari Ini Ibu Negara ke Trusmi

E-mail Cetak PDF

CIREBON – Hari ini ibu negara Ani Bambang Yudhoyono berkunjung ke Cirebon. Ketua Yayasan Batik Jawa Barat Sendy Rahmania Yusuf mengatakan kedatangannya ibu negara tidak sendiri, melainkan bersama istri-istri menteri kabinet Indonesia bersatu ke 1 dan ke 2. Disertai para istri 40 duta besar negara sahabat.

”Seperti telah dijadwalkan, hari ini ibu negara Ani Yudhoyono dan ibu Herawati Boediono tiba di Cirebon untuk bertemu dan bersilaturahmi dengan 100 pengrajin batik se Jawa Barat, ibu pun diagendakan akan ikut membatik,” ujarnya, Senin (8/2).
Menurut Sendy, para pengrajin batik yang diundang tidak hanya berasal dari wilayah Ciayumajakuning, melainkan dari sentra batik lainnya di Jawa Barat. Seluruhnya terdapat 13 kota kabupaten yang memiliki identitas batik, diantaranya Cirebon, Indramayu, Majalengka, Kuningan, Garut, Tasiklamaya, Ciamis, Sumedang dan Bogor.
”Kunjungan ini murni inisiatif beliau. Hanya bagi kami, ajang pertemuan dan silaturahmi ini sangat penting untuk mengangkat dan memperkenalkan ragam batik milik Jawa Barat. Memperkenalkan kekayaan dan problematikanya. Mengingat ada juga daerah penghasil batik di Jawa Barat yang agak sulit berkembang karena persoalan tertentu. Nanti gubernur Jabar juga akan hadir,” ungkapnya saat talkshow di RCTV.
Persoalan dimaksud, kata dia, mulai dari modal, inovasi motif, pengemasan produk sampai strategi marketing. Hingga akhirnya produksi jadi menurun. Ajang ini juga sekaligus untuk terus mengkampanyekan pengukuhan batik oleh UNESCO sebagai warisan budaya milik Indonesia.
”Hanya batik Indonesia yang proses produksinya menggunakan canting dan malam untuk batik tulis serta tembaga untuk batik cap. Adapun negara lain itu hanya produk tekstil yang bermotif batik. Ini kebanggan bukan,” terangnya.
Lalu mengapa Cirebon yang jadi tuan rumah? Istri wakil gubernur Jawa Barat ini mengaku semua ini adalah ide dan pilihan dari ibu negara.
Di samping sebenarnya Cirebon merupakan sentra batik terbesar di Jawa Barat dan telah dikenal oleh dunia internasional.
Terkait dengan pengembangan batik Jawa Barat ke depan, Sendy mengaku memiliki rencana untuk membuat galeri atau museum batik Jawa Barat di Bandung. Sedangkan untuk sentra batik Trusmi, dirinya berpendapat banyak hal yang perlu terus dibenahi, terutama soal infrastruktur. Sehingga suasana berbelanja, berwisata dan mengeksplorasi pengetahuan tentang batik di Trusmi semakin representatif. ”Soal infrastruktur saya pikir perlu dibenahi. Ini tidak bisa diputuskan sendiri, pemerintah daerahnya harus bicara dengan para pengusaha dan pengrajin batik,” ucapnya.
Sendy juga menyinggung soal keberadaan YBJB yang baru satu tahun terbentuk. Sebuah wadah yang terdiri dari para pengusaha, akademisi, kolektor, seniman, pengrajin, dan pemerhati yang sepakat mengangkat batik Jawa Barat. Sejumlah kegiatan telah dilakukan, seperti mengunjungi sentra batik, menginventarisir persoalan seputar pengembanganbatik, berikut dengan solusinya.  ”Kami juga turun ke sekolah-sekolah dan memberi apresiasi bagi mereka yang turut memberikan materi soal membatik bagi siswa-siswinya,” terangnya.
Sementara itu Kepala Badan Koordinasi Pemerintahan dan Pembangunan Wilayah III Jawa Barat, Drs H Ano Sutrisno mengaku bersyukur dengan dilakukannya kunjungan ibu negara tersebut. Sebab ini menjadi kebanggaan bagi masyarakat batik di Cirebon dan Jawa Barat. Untuk itu diupayakan menjadi tuan rumah yang baik menyambut rombongan. ”Kami seluruh komponen pemerintah dan masyarakat berupaya sebaik mungkin untuk bisa menjadi tuan rumah yang hangat. Baik saat di Gedung Negara, dalam perjalanan maupun saat di sentra batik Trusmi,” paparnya diacara yang sama.
Ano menyebutkan setibanya di Cirebon, rombongan akan disambut Tari Topeng Kelana, berikut dengan sejumlah suguhan khas Cirebon, lengkap dengan hiburan Tarling Klasik. Menurut rencana juga akan ada pemberian 600 kompor gas untuk pengrajin, setelah itu baru dibuka sesi dialog dengan pengrajin batik.
”Nah, siangnya rombongan baru pergi ke sentra batik Trusmi. Telah diupayakan rombongan berkunjung merata ke seluruh showroom, baik yang besar maupun yang kecil. Dengan harapan semuanya kebagian transaksi, karena disitu rombongan akan berbelanja,” ungkapnya seraya menyampaikan persiapan acara sudah mendekati final.
Dirinya mengajak kepada seluruh komponen masyarakat Ciayumajakuning untuk memberikan yang terbaik sebagai tuan rumah. Memberikan kelancaran, keamanan, dan kenyamanan saat kegiatan berlangsung. mengingat ini membawa nama baik daerah.  ”Harapannya kan setelah kita berkunjung sekali, mereka akan datang lagi. Dan nama baik Cirebon, Jawa Barat akan terbawa ke seantero jagat,” pungkasnya. (hen)