Oknum Kepala MTs Cabul Diduga Miliki Ilmu Hitam

PENDAMPINGAN: Direktur Yayasan Banati Euis Suharyati memberikan keterangan pers terkait kasus dugaan pelecahan seksual terhadap sejumlah siswi yang dilakukan oknum kepala sekolah. Foto: Cecep/radarcirebon.com

CIREBON – Oknum Kepala MTs yang melakukan pelecehan seksual terhadap sejumlah siswinya diduga memiliki ilmu hitam. Karena memiliki ilmu gaib, membuat korbannya takut untuk menolak saat dicabuli pelaku.

“Dari keterangan korban, kalau tidak mau melakukan sesuai keinginan pelaku, maka ancamannya akan mengalami gangguan jiwa. Karena pelaku diduga mempunyai ilmu hitam yang khusus dilakukan untuk anak-anak,” kata Direktur Yayasan Banati, Euis Suharyati, saat melakukan pendampingan terhadap korban untuk melapor ke Mapolres Cirebon.

(Baca: Kepala MTs Dilaporkan Warga Beber ke Polisi Kasus Pelecehan Seksual)

Euis mengatakan, aksi pelaku tidak hanya sekali. Namun, pelecehan seksual seringkali dilakukan oknum kepala sekolah terhadap sejumlah siswanya di tempat yang sama.

“Pelaku ini sering melakukan hal seperti itu. Jadi kita sangat bersemangat untuk melakukan pendampingan kasus ini. Pelaku harus dihukum sesuai dengan hukum yang berlaku,” tegas Euis.

Seperti diketahui, oknum Kepala MTs ternama di Kabupaten Cirebon dilaporkan warga ke polisi terkait kasus pelecahan seksual terhadap anak di bawah umur, Kamis (7/12). Korbannya lebih dari satu siswi yang merupakan warga Kecamatan Beber.

Saat ini kasusnya sedang ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Cirebon. Kasus pelecehan seksual di bawah umur itu dilaporkan warga bersama Yayasan Banati yang bergerak dalam pendampingan dan perlindungan anak.

“Korbannya ada enam siswa yang baru kita ketahui. Mereka mengakui kalau mendapat tindakan senonoh pelaku yang merupakan kepala MTS,” kata Arifin, warga Kecamatan Beber.

Menurut Arifin, modus pelaku memanggil siswa ke kantornya saat kondisi sepi. Di situlah aksi cabul pelaku dengan merayu dan memberi uang kepada siswa senilai Rp 50.000. (cecep)

Berita Terkait