One Way Tol Cikampek Berakhir

Kepadatan lalu lintas saat arus balik Lebaran 2018 di jalan Tol Cikampek arah Jakarta beberapa waktu lalu sempat diatasi dengan sistem satu arah (one way). Mulai hari ini, Jumat (22/6), satu arah bakal diakhiri, karena intensitas pengendara pada arus balik cenderung menurun. Buktinya kemarin sistem satu arah hanya sekali diberlakukan di jalur Jakarta Cikampek (Japek).

Kepala Posko Terpadu Angkutan Lebaran Kemenhub Wahju Adji menyatakan, pihaknya tidak memberlakukan rekayasa lalu lintas one-way atau satu arah di tol Jakarta-Cikampek (Japek). Sejak Kamis siang (21/6), hanya diberlakukan sekali contraflow di tol Japek sejak Km 41 hingga Km 47. Kemudian, sore harinya diperpanjang hingga Km 53.

“Jadi, kepadatan masih bisa diatasi dengan contraflow saja,” kata Wahju kemarin Wahju mencatat, sudah 48,34 persen pemudik yang kembali. Masih ada lebih dari separo pemudik yang belum. Mereka rata-rata memperpanjang cuti ataupun masih berlibur. Sisa 62 persen ini, kata Wahju, akan tersebar dalam beberapa hari mendatang. “Jadi, sangat kecil kemungkinan terjadi lonjakan penumpang yang signifikan,” jelasnya.

Satu Arah di Tol Cikampek Berakhir, Arus Balik Menurun
Sistem satu arah pada arus balik mulai dihentikan karena laju kendaraan pemudik mulai berkurang (Dery Ridwansyah/JawaPos.com)

Untuk setiap moda, angkutan jalan mencatatkan progres 45,78 persen, penyeberangan 47,06 persen, kereta api 56,25 persen, laut 34,90 persen, serta udara 48,62 persen. Pertambahan penumpang, kata Wahju, mungkin terjadi pada akhir pekan ini. Yakni, Sabtu dan Minggu.

Wahju meyakini bahwa arus balik tahun ini lebih lancar daripada tahun-tahun sebelumnya. Dia mencontohkan, perjalanan dari Jawa Tengah ke Jakarta saja bisa ditempuh dalam 8-9 jam. Itu juga didukung infrastruktur jalan yang lebih baik. “Jarang ada pemudik yang sampai kemalaman atau bermalam di jalan,” katanya.

General Manager PT Jasa Marga Cabang Jakarta Cikampek Raddy Riadi mengungkapkan, kebijakan one-way banyak mengubah pola arus balik menuju Jakarta. Sebab, kendaraan lebih cepat kembali ke ibu kota. Hingga kemarin pagi, jumlah kendaraan yang balik ke Jakarta lewat tol Japek itu masih sekitar 36 persen. “Arus balik H+2 sampai H+4 sudah mencapai 64 persen. Tinggal 36 persen lagi yang belum balik,” ujar Raddy kepada Jawa Pos kemarin (21/6).

Pada arus mudik sejak H-8 hingga H-1, tercatat ada 720.245 kendaraan yang melewati tol Japek. Sedangkan pada arus balik H+1 hingga H+4 atau kemarin, tercatat sudah ada 460.212 kendaraan.

Jumlah kendaraan yang masuk ke Jakarta melalui tol Japek memang terus di atas 100 ribu dalam tiga hari terakhir. Data pada Rabu (20/6), total ada 124.903 kendaraan. Sedangkan Selasa (19/6) tercatat 130.125 kendaraan dan Senin (18/6) 116.104 kendaraan.

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengatakan, salah satu kunci sukses mudik Lebaran tahun ini adalah libur panjang. Masyarakat bisa lebih memilih waktu untuk pulang kampung. Imbasnya, penumpukan kendaraan bisa lebih tersebar. “Liburan panjang sehingga yang mudik itu punya kesempatan (pulang kampung, Red),” ujar JK di Istana Wakil Presiden kemarin.

Selain itu, infrastruktur penunjang mudik sudah lebih baik. Dengan demikian, tidak ada lagi kemacetan parah. Misalnya, bila dibandingkan dengan kemacetan akibat jalan tol di exit Brebes atau Brexit pada 2016. Jumlah kecelakaan fatal di jalur mudik yang menimbulkan korban meninggal dunia juga turun drastis. “Macet sedikit-sedikit ya hari biasa pun macet, tidak parah,” tambah dia. (tau/jun/c10/agm)

Berita Terkait