Orang Tua Siswa Nekat Paku Tas di Meja

Agar Tak Diambil Siswa Lain, Berharap Anak Bisa Mempertahankan Prestasi di Meja Baru

1637
Perwakilan keluarga memaku tas peserta didik di atas meja yang sudah dipilih di SDN 1 Dompyong Wetan, Kecamatan Gebang,Minggu malam (16/7). Dengan dipaku, meja itu tak bisa diambil siswa lain. FOTO: ABDUL HAMID/RADAR CIREBON

CIREBON– SDN 1 Dompyong Wetan, Kecamatan Gebang, Kabupaten Cirebon, mendadak ramai dalam beberapa hari terakhir. Sekolah di wilayah timur Cirebon (WTC) tersebut didatangi para orang tua siswa.Bukan untuk mendaftar anak-anak mereka, tapi membooking tempat duduk agar putra-putrinya nyaman dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar di sekolah yang dimulai Senin (17/7).

Cara booking meja ini tak biasa. Para orang tua nekat memaku tas anaknya di atas meja. Itu artinya meja dan bangkunya tidak bisa diambil siswa lain. Koran ini sempat penasaran dengan kondisi itu. Untuk menuntaskan rasa penasaran itu, Radar mencoba mengambil tas-tas yang sudah di atas meja. Ternyata tak bisa diambil atau digeser ke posisi lain karena sudah dipaku.

Para orang tua mengklaim, tempat duduk di kelas yang baru bisa memotivasi putra-putrinya dalam belajar. “Kalau pertama masuk sekolah itu serba baru. Buku baru, seragam baru, sepatu baru, dan yang jelas tempat duduk juga harus baru,” kata Inayah, orang tua dari Fawaz Isfahan Musyafa.

Fawaz sendiri kini kelas V dan memilih tempat duduk berbeda saat di kelas IV. Inayah berharap putra pertamanya itu bisa lebih baik di tempat duduk yang baru. “Alhamdulillah kemarin (saat naik kelas IV, red) ranking 1. Semoga di tempat duduk yang baru bisa mempertahankan rankingnya,” ujarnya kepada Radar.

Pantauan hingga Minggu (16/7) malam sekitar pukul 20.00, masih ada orang tua yang datang ke sekolah sambil membawa anaknya mencari tempat duduk. Seperti yang dilakukan Jaja, orang tua Dara yang duduk di kelas III. “Teman-teman Dara melakukan hal yang sama, memilih tempat duduk di sekolah. Jadi, anak saya ini ikut-ikutan. Ya mau nggak mau harus diturutin. Kalau nggak ya nangis,” katanya saat dijumpai Radar di SDN 1 Dompyong Wetan.

Sebagaimana diketahui, hari Senin memang menjadi hari pertama dimana anak didik kembali ke sekolah. Bukan hanya anak sekolah saja yang antusias menyambut hari pertamanya masuk sekolah, sederet orangtua juga megaku memiliki persiapan khusus untuk mendukung sang anak masuk sekolah di hari pertama.

Seperti dikatakan Ade Nursupriyatni (39) warga Griya Caraka, Kabupaten Cirebon. Dia membiasakan sang anak untuk berani berbicara di depan banyak orang. Entah itu di depan saudara-saudara ataupun sekadar di depan ia dan sang suami sebagai orang tuanya. Menurutnya, di awal masuk sekolah, setiap anak ada rasa gugup. Satu hari sampai dua hari pasti masih harus ditemani orang tua. “Biasanya di hari ketiga saya membiasakan anak saya untuk tidak ditemani lagi. Dan menurut saya itu cukup efektif untuk melatih kepercayaan diri kepada anak,” tuturnya.

Sementara itu, Iis Siti Aisyah (44) mengaku arahan pada sang anak sangat dibutuhkan ketika akan mengahadapi hari pertama masuk sekolah. Meski di tahun ini sang anak memasuki SMA, ia tetap memberikan pengarahan pada sang anak. Membekali bagaimana harus bersikap di jenjang sekolah yang leih tinggi dari sebelumnya tersebut.

“Saya memberikan pengarahan dan petunjuk bagaimana supaya bisa tenang di lingkungan sekolah yang baru nanti. Di antaranya bagaimana bersikap kepada guru, teman-teman yang baru, dan lingkungan sekolah,” pungkasnya.(mid/apr/mik)