Orangtua masih Diburu, Bayi Citemu Diserahkan ke Dinsos

dri---bayi-citemuPolsek Mundu menyerahkan bayi laki-laki yang ditemukan di Desa Citemu ke pihak Dinsos Kabupaten Cirebon untuk ditindaklanjuti ke proses selanjutnya.FOTO:ANDRI WIGUNA/RADAR CIREBON

CIREBON-Polsek Mundu akhirnya menyerahkan bayi laki-laki yang ditemukan di atas mesin atau alat pembuat jaring di Desa Citemu, Kecamatan Mundu beberapa waktu lalu, ke Dinsos Kabupaten Cirebon. Bayi tersebut diserahkan, setelah selama waktu penyidikan polisi masih belum menemukan keluarga atau orangtua dari bayi berjenis kelamin laki-laki tersebut. Setelah ditemukan di Citemu, bayi tersebut selama ini dirawat dan dijaga kesehatannya di Puskesmas Mundu.

Kapolsek Mundu AKP Iwan Gunawan SH kepada Radar Cirebon menuturkan, jika penyerahan bayi tersebut dilakukan di Puskesmas Mundu dihadiri tokoh masyarakat, pihak puskesmas dan dari pihak Dinsos Kabupaten Cirebon.

“Selanjutnya, nanti dari Dinsos akan diserahkan ke YPAB Bandung untuk proses selanjutnya. Seperti seleksi adopsi, saat serah terima tadi kondisi bayi sehat dan bekas-bekas gigitan semut dan nyamuk sudah tak terlihat,” ujarnya.

Untuk penyelidikan sendiri, menurut Iwan, pihak kepolisian akan terus melakukan penyelidikan sampai keluarga atau orangtua bayi ditemukan dan kasus tersebut menjadi terang benderang. “Kita akan terus lakukan penyelidikan. Kita masih perintahkan anggota untuk memecahkan kasus ini,” imbuhnya.

Sementara itu, bayi laki-laki yang ditemukan pada 28 Oktober 2018 sekitar pukul 04.30 WIB di Desa Citemu. Saat ditemukan, bayi diduga sudah berusia empat hari. Pasalnya, kondisi tali pusar yang ada sudah mulai mengering.

Bayi dengan jenis kelamin laki-laki tersebut saat ditemukan memiliki panjang sekitar 46 cm dan berat 2,4 kilogram. “Kondisinya normal, sudah stabil. Tadi diantarkan ke puskesmas sekitar pukul 07.30 WIB. Diantarkan oleh polisi dan warga, serta langsung ditangani petugas piket puskesmas,” ujar bidan jaga Puskesmas Mundu, Retno Suliestiya saat ditemui Radar Cirebon.

Menurut Retno, usia bayi tersebut diperkirakan sekitar 3 atau empat hari. Hal ini terlihat dari kondisi tali pusar yang sudah mulai mengering. Namun demikian, Retno menilai jika proses kelahiran bayi tersebut ditangani atau dibantu oleh tenaga medis atau minimal oleh orang yang mengerti medis.

“Pada tali pusarnya ada alat medis. Namaya klem umbilical. Alat ini fungsinya hampir sama dengan yang digunakan oleh paraji atau dukun bayi yang menggunakan benang. Klem ini untuk menjepit tali pusar, dan biasanya digunakan oleh bidan atau tenaga medis di rumah sakit,” katanya.

Setelah kabar terkait penemuan bayi tersebut beredar luas, sejak pagi hari hingga sore, banyak masyarakat yang datang dan meminta bayi tersebut untuk diadopsi atau dirawat. “Saya sampaikan ke warga yang datang kalau mau adopsi atau apapun silahkan ke pihak terkait, berkloordinasi dengan polisi dan Dinsos, Puskesmas hanya penanganan sementara sampai kondisi bayi pulih,” ungkapnya. (dri)