PAN Putuskan Paslon dan Koalisi Maksimal 11 Desember

Sekretaris DPW PAN Jabar H Herry Dermawan didampingi ketua dan sekretaris DPD PAN Kuningan meminta agar PAN segera menentukan pasangan calon dan calon koalisi untuk Pilkada 2018 maksimal 11 Desember 2017. FOTO:MUMUH MUHYIDDIN/RADAR KUNINGAN

KUNINGAN–DPW PAN Jabar menekankan agar DPD PAN Kuningan memutuskan pasangan calon (paslon) dan koalisi maksimal 11 Desember mendatang. Hal itu disampaikan Sekretaris DPW PAN Jabar Ir H Herry Dermawan saat menggelar reses di Sekretariat DPD PAN bersama seluruh DPC PAN se-Kabupaten Kuningan, Rabu (6/12).

“Mudah-mudahan tanggal 7 Desember kita kasih kewenangan, tapi paling tidak maksimal tanggal 11 Desember sudah harus putus koalisi (PAN) dengan siapa dan jabatannya (cabup/cawabup) di mana. DPW tidak akan ikut campur karena yang tahu wilayah itu Kuningan sendiri,” kata Herry didampingi Ketua DPD PAN H Udin Kusnaedi SE MSi, Sekretaris Aang Hasanudin, dan Wakil Ketua DPRD Drs Toto Suharto SFarm Apt.

Dengan bermodalkan 8 kursi di DPRD Kuningan, kata Herry, PAN memiliki kesempatan emas untuk bisa mendudukkan kader terbaiknya pada jabatan eksekutif. Kesempatan emas ini juga mengingat peristiwa Pilkada Jakarta yang begitu keras dengan didukung gerakan 212 imbasnya kemana-mana.

“Ini kesempatan emas untuk PAN. Kalau bisa koalisinya seperti di Provinsi Jabar atau DKI, tapi ini hanya keinginan DPW saja sebagai masukan dan tolong dipertimbangkan. Kalau sudah berbentuk koalisi pasangan, maka semua kader PAN wajib menyukseskan ini. Semua anggota fraksi akan dipanggil lagi untuk membina kadernya masing-masing,” ujarnya.

Untuk Pilkada Jabar, lanjut Herry, PAN, PKS dan Demokrat diakuinya akan mengusung calon pasangan Cagub-Cawagub Deddy Mizwar (Demiz)-Ahmad Syaikhu. Sebenarnya, PAN sudah lebih dulu mendeklarasikan untuk mendukung Demiz sebagai Cagub Jabar di Pilkada 2018, lalu PKS dan Demokrat mengusulkan masing-masing Calon Wagub. Bahkan menurutnya Demiz sendiri meminta kepada PAN untuk mengajukan nama Cawagub, yakni ditujukan kepada artis Desy Ratnasari, namun PAN menolaknya. “Kemudian PKS mengajukan Syaikhu, tapi Gerindra tidak setuju. Akhirnya 3 partai saja yang setuju dan siap berkoalisi,” tutur dia.

Untuk Pilkada serentak Juni 2018 mendatang, menurut Herry, di Jabar sendiri terdapat sebanyak 16 kabupaten/kota, termasuk Kuningan yang merupakan dapilnya, termasuk Ciamis dan Banjar.  Dari 3 daerah ini yang sudah keluar SK (rekomendasi, red) dan sudah deklarasi pasangan calon, yakni Ciamis. Di luar itu SK juga sudah dikeluarkan untuk pasangan calon di Purwakarta. Dari 16 Pilkada ini, PAN memberikan prioritas penuh kepada kader yang mau maju, termasuk kader PAN di Kuningan.

“Kuningan potensinya luar biasa. PAN masa kepemimpinan Bu Nining dari 2 jadi 6 kursi, Pak Toto dari 6 jadi 8. Nah, 8 kursi ini bukan main-main, ini terbesar di Jabar. Perkembangan terakhir Kuningan dan ini sudah dibahas di provinsi, dinamikanya paling dinamis. Hari ini muncul pasangan A dan B, besoknya B dan C,  besoknya lagi B dan D, terus muncul seperti itu,” terangnya.

Khusus untuk Pilkada Kuningan, Herry kembali menyebut saat ini kesempatan emas untuk PAN menduduki jabatan bupati/wabup. Saat pilkada sebelumnya PAN hanya mendukung, saat ini PAN harus mengusung pasangan calon. “Cuma masalahnya PAN kurang dua kursi. Tapi di Kuningan PAN sudah terkenal, siapa yang tak kenal H Udin, Pak Toto, Pak Aang (Sekretaris DPD PAN, red). Tetapi tidak cukup hanya terkenal, kita harus cari lagi dua kursi,” sebutnya.

Herry mengungkapkan, bulan lalu ada rapat ketua dan sekretaris DPW PAN se-Indonesia. Salah satu isi rapat yang disampaikan terkait PAN sekarang telah bekerjasama dengan konsultan politik Eef Saefullah Fatah dengan lembaga surveinya PolMark. Hasil survei sementara, PAN di Kabupaten Kuningan sampai Pangandaran sangat menjanjikan. Survei bahkan dilakukan sampai ke tingkat desa.

“Berdasarkan survei Eef Saefullah Fatah ini, Kuningan juga sangat membanggakan. Nanti kalau tanggal 11 Desember sudah terbentuk koalisi, maka setelahnya juga PAN harus segera tancap gas. Pendaftaran ke KPU itu dimulai tanggal 8 Januari 2018,  Pilkada Juni 2018, waktunya kita pendek untuk kampanye. Pasukan berani mati itu ada di DPC yang tahu wilayah. Siap-siap saja Desember sampai Juni 2018 para ketua DPC akan dikumpulkan seperti ini untuk memenangkan pilkada,” pungkas Herry. (muh)