Pancaroba, Dinkes Pastikan Belum Ada Kasus KLB

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon Hj Enny Suhaeni MKes . (dok radarcirebon.com)

CIREBON – Meski telah memasuki musim pancaroba, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cirebon mengklaim belum ada kejadian luar biasa (KLB) perihal meningkatnya sejumlah penyakit musiman di pancaroba.

Namun demikian, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon Hj Enny Suhaeni MKes menyampaikan, sejumlah potensi penyakit seperti Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) serta demam berdarah, flu, batuk, diare, chikungunya, maupun penyakit kulit, tetap harus diwaspadai oleh masyarakat.

“Untuk saat ini, berdasarkan data dari tiap puskesmas dan rumah sakit, belum ada KLB. Namun masyarakat juga harus tetap waspada dan berhati-hati, sebab penyakit atau virus pada pancaroba akan lebih mudah hinggap dan banyak. Karena cuaca cenderung lembap, termasuk penyakit seperti flu dan batuk,” tutur Enny kepada Radar, Rabu (6/12).

Penyakit pada musim pancaroba itu, lanjutnya, akan terus berulang seiring dengan perubahan musim. Akan tetapi, setidaknya bisa dicegah atau diantisipasi sejak dini dengan cara menjaga kebersihan makanan dan minuman, membersihkan tangan secara baik sesudah buang air besar atau menjelang makan.

“Yang lebih sering terjadi ialah gejala ISPA, yang ditunjukkan dengan badan terasa pegal, batuk, beringus, sakit kepala hingga sakit tenggorokan. Seluruh gejala itu disebabkan oleh daya tahan tubuh yang mulai melemah. Cuaca pancaroba yang terkadang panas kemudian berubah menjadi mendung, menjadi pemicu penurunan daya tahan tubuh. Untuk itu, masyarakat diimbau untuk waspada dini dan terus menjaga kesehatan,” bebernya.

Musim pancaroba, kata Enny, ditunjukkan dengan perubahan cuaca yang ekstrim. Misal siang hari terik, namun tiba-tiba berubah menjadi mendung pada sore hari lalu hujan lebat.

“Selain memicu penurunan daya tahan tubuh, pancaroba juga berpotensi menimbulkan beberapa penyakit baru jika kita tidak waspada. Oleh karena itu, masyarakat harus jaga kesehatan, olaharaga, istirahat yang cukup, dan makan-makanan yang bergizi,” imbuhnya. (via)