Pantai Plentong Butuh Alat Pendeteksi Dini Bencana Tsunami

LOKASI BARU: Kawasan Pantai Plentong saat ini menjadi lokasi favorit warga untuk gowes sambil rekreasi. FOTO: KHOLIL IBRAHIM/RADAR INDRAMAYU

INDRAMAYU – Gempa Banten tidak berdampak terhadap kunjungan wisawatan ke objek wisata bahari Pantai Plentong Desa Ujunggebang, Kecamatan Sukra, Kabupaten Cirebon. Selama libur akhir pekan, yakni Sabtu-Minggu, jumlah pengunjung di objek wisata bahari di pantai paling barat Bumi Wiralodra itu tetap normal.

Pengunjung Pantai Plentong masih di kisaran 1.000 pengunjung per hari. “Tetap normal, gak berdampak,” sebut Kuwu Desa Ujunggebang, Kusnato, kepada Radar Indramayu.

Kondisi ini berbeda saat terjadinya bencana tsunami yang menerjang Selat Sunda pada akhir tahun lalu. Jumlah pengunjung anjlok sampai 50 persen. Saat itu, sepinya pengunjung benar-benar terdampak musibah bencana alam tsunami yang menerjang kawasan pantai Banten dan Lampung.

Masyarakat dihantui kecemasan untuk berwisata ke kawasan pantai sehingga memilih lokasi lain seperti daerah pegunungan. Terlebih, cuaca sepanjang akhir tahun lalu menjelang pergantian tahun baru kurang bersahabat bagi para wisatawan.

Hal ini menyusul datangnya angin musim baratan ditandai dengan angin kencang serta gelombang tinggi yang menerjang kawasan Pantai Plentong.

“Kalau sekarang cuaca lebih bersahabat. Pengunjung juga rupanya tidak terlalu termakan oleh informasi gempa kemarin. Maklum kebanyakan wong desa, pikinik ke Pantai Plentong juga karena dekat dan murah meriah,” terangnya.

Namun, demi menjaga kenyamanan dan keamanan pengunjung, pihak pengelola memberikan tanda batas serta larangan bagi wisatawan untuk tidak bermain di tepi laut. Tanda larangan bermain di laut terpasang di semua titik rawan.

Kuwu Kusnato menambahkan, dengan kondisi geografis berada di kawasan pantai utara, pihaknya membutuhkan pembuatan sistem peringatan dini tsunami. Alat untuk mendeteksi berbagai gejala alam yang kemungkinan dapat menyebabkan tsunami ini sangat dibutuhkan sebagai upaya dalam pelaksanaan peningkatan kewaspadaan, kesiapsiagaan masyarakat serta meminimalisasi dampak kebencanaan. (kho)

Berita Terkait