oleh

Paripurna Istimewa Hari Jadi Ke-537 Kabupaten Cirebon, Momentum Tingkatkan Pelayanan Pembangunan

PUNCAK peringatan Hari Jadi ke-537 Kabupaten Cirebon dengan menggelar rapat paripurna istimewa DPRD Kabupaten Cirebon, Selasa (2/4). Dengan balutan busana tradisional, 50 anggota DPRD menghadiri prosesi kenegaraan dalam rangka menyambut lahirnya Kabupaten Cirebon.

Seluruh elemen masyarakat Kabupaten Cirebon pun memadati gedung DPRD Kabupaten Cirebon. Sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Cirebon, hingga pejabat daerah tetangga tampak hadir di setiap sudut gedung paripurna, mengenakan pakaian adat.

Ketua DPRD Kabupaten Cirebon H Mustofa SH didampingi Wakil Ketua Hj Yuningsih MM dan Drs H Subhan serta Sunandar Priowudarmo SE, memimpin jalannya rapat yang digelar satu tahun sekali itu.

Tampak hadir, Pj Bupati Cirebon Dr Ir H Dicky Saromi MSc, Mantan Sekretaris Daerah Yayat Ruhyat MSi dan Asisten Pemerintahan, Hukum dan Kesejahteraan Sosial Sekretariat Daerah Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Dawud Ahmad.

PENGHARGAAN: Pj Bupati Cirebon Dr Ir H Dicky Saromi MSc beserta Ketua DPRD Kabupaten Cirebon H Mustofa SH memberikan penghargaan kepada atlet yang berprestasi. FOTO: ILMI YANFA UNNAS/RADAR CIREBON
PENGHARGAAN: Pj Bupati Cirebon Dr Ir H Dicky Saromi MSc beserta Ketua DPRD Kabupaten Cirebon H Mustofa SH memberikan penghargaan kepada atlet yang berprestasi.
FOTO: ILMI YANFA UNNAS/RADAR CIREBON

Momentum sakral setiap setahun sekali selalu membaca naskah sejarah Kabupaten Cirebon di sela-sela rapat paripurna istimewa. Pembacaan tersebut dibacakan langsung Wakil Ketua DPRD Kabupaten Cirebon Hj Yuningsih MM.

Dalam kesempatan itu, Ketua DPRD Kabupaten Cirebon H Mustofa SH menyampaikan ucapan selamat Hari Jadi ke-537 Kabupaten Cirebon. Semoga di usia yang makin dewasa ini, Pemerintah Kabupaten Cirebon bisa lebih meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Sehingga mampu membangun sinergitas pemerintah daerah dengan masyarakat.

“Sinergitas dalam penyelenggaraan pemerintahan antara eksekutif dengan legislatif harus terjaga dengan baik. Sehingga visi dan misi Kabupaten Cirebon dapat terwujud.

APRESIASI: Pj Bupati Cirebon Dr Ir H Dicky Saromi MSc beserta Ketua DPRD Kabupaten Cirebon H Mustofa SH memberikan uang saku kepada anak-anak yang ikut sunatan masal. FOTO: ILMI YANFA UNNAS/RADAR CIREBON
APRESIASI: Pj Bupati Cirebon Dr Ir H Dicky Saromi MSc beserta Ketua DPRD Kabupaten Cirebon H Mustofa SH memberikan uang saku kepada anak-anak yang ikut sunatan masal.
FOTO: ILMI YANFA UNNAS/RADAR CIREBON

Di momen hari jadi ini, harus menjadi bahan introspeksi dan evaluasi pemerintah daerah dalam menentukan arah kebijakan, bukan sekadar seremonial belaka. Sehingga, pembangunan bisa bisa terarah,” ujar politisi PDI Perjuangan itu.

Tema HUT yang diangkat kali ini, “Dengan Semangat Hari Jadi ke-537 Kabupaten Cirebon, Kita Bersinergi Menuju Kabupaten Cirebon yang Lebih Berakhlaq, Bermartabat dan Berprestasi”, mengandung arti bahwa pemerintah daerah harus bisa bijak dalam menyelesaikan setiap permasalahan untuk meningkatkan pelayanan publik, terutama dalam penempatan birokrasi, harus transparan, terbuka tanpa perlu ada embel- embel.

Bukan karena posisi sekarang masih dalam pengawasan KPK. Tapi, bagaimana pemerintah daerah bisa mengembalikan kepercayaan masyarakat Kabupaten Cirebon terhadap kinerjanya.

“Ini harus diperhatikan. Karena hakikatnya, pemerintah hadir untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat dan memberikan yang terbaik di semua bidang,” tuturnya.

Pria yang akrab disapa Jimus itu menjelaskan, hari jadi ini untuk segenap masyarakat Kabupaten Cirebon dengan terus meningkatkan tiga pelayanan dasar masyarakat, yakni pendidikan, kesehatan dan ekonomi.

Pendidikan yang gratis tidak hanya slogan pemanis bibir. Tapi, harus diimplementasikan dengan benar. Kemudian, pelayanan kesehatan pun demikian. Jangan ada lagi pasien miskin yang ditolak oleh rumah sakit, baik milik pemerintah maupun swasta.

Ditambah, peningkatan taraf ekonomi masyarakat dengan membuka lapangan pekerjaan seluas-luasnya. Sementara untuk sarana penunjang lainnya adalah, pemerintah harus bisa memperbaiki insfrastrutkur, baik jalan, jembatan, maupun senderan yang selama ini kerap kali dikeluhkan masyarakat.

Sebab, buruknya infrastruktur berdampak buruk pada pemerintah daerah. Apalagi, Kabupaten Cirebon kerap kali diterjang banjir, khususnya di wilayah timur Cirebon. “Ini harus menjadi catatan penting bagi pemerintah dan seluruh elemen masyarakat Kabupaten Cirebon,” pungkasnya. (sam/adv)

 

News Feed