Pasaleman Jadi Pusat Ekonomi Baru WTC, Diguyur Rp1,2 M

dri---rencana-pasar-pasaleman-(14)
Sejumlah pegawai Kecamatan Pasaleman melihat langsung lokasi yang bakal dijadikan Pasar Desa Pasaleman. FOTO:ANDRI WIGUNA/RADAR CIREBON

CIREBON-Untuk kali pertama, Kecamatan Pasaleman bakal mempunyai pasar tradisional sendiri. Setelah bertahun-tahun menempuh jarak yang lumayan jauh untuk sampai ke pasar, kini warga Pasaleman bakal memiliki pasar dari dana alokasi khusus (DAK) 2018 melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Cirebon.

Hal tersebut dikatakan Kasi Ekbang Kecamatan Pasaleman Empep Maman SP saat ditemui Radar Cirebon di ruang kerjanya. Dikatakan Empep, pasar tersebut mulai diajukan dan diproses sejak tahun 2017 lalu.

“Pemerintah kecamatan bersama desa langsung berkoordinasi untuk membuat permohonan agar keberadaan pasar bisa direalisasikan. Pasar ini nantinya sangat mambantu karena selama ini warga kita harus menempuh perjalanan cukup jauh untuk berbelanja,” ujarnya.

Dikatakan Empep, saat ini pembangunan pasar tersebut masih belum terlaksana, karena menunggu proses lelang yang bakal rampung akhir bulan nanti. Pasar tersebut nantinya akan berada persis di samping SMPN I Pasaleman menggunakan lahan kurang lebih 1.400 meter2.

“Kalau pembangunan belum ada, karena hasil lelang saja belum diumumkan. Tapi memang saat ini ada pekerjaan, karena kontraktor sendiri hanya membangun, sementara pengurugan lahan dilakukan secara mandiri oleh pemerintah desa,” imbuhnya.

Pengurugan dilakukan karena lahan yang digunakan untuk lokasi pasar tersebut sedikit dalam dan berada jauh dari permukaan jalan. Sehingga butuh diratakan terlebih dahulu.

Kuwu Pasaleman Johan Setiawan mengatakan, jika pihak pemerintah desa dalam pekerjaan tersebut berbagi peran dengan pihak kontraktor, sesuai hasil musyawarah desa beberapa waktu lalu. Pihak pemerintah desa berkewajiban mengurug lokasi yang akan dijadikan pasar karena lokasi lahan yang berada di bawah permukaan jalan.

“Jumlah urugannya sekitar 300 ritase. Kalau dinominalkan satu dumptruck sekitar 400 ribu. Jadi kurang lebih totalnya Rp120 juta, uang itu sumbernya dari dana desa,” beber Johan.

Jika sudah beroperasi, Johan yakin keberadaan pasar tersebut bakal mengangkat sektor ekonomi warga, terutama Kecamatan Pasaleman, khususnya warga Desa Pasaleman. Terlebih, wilayah Kecamatan Pasaleman berada di perbatasan dua wilayah yakni Brebes dan Kuningan.

“Ini pasar pertama kita. Saya yakin bakal membawa dampak positif, menghidupkan harapan dan memutar roda ekonomi untuk menyejahterakan masyarakat. Ini menjadi pusat ekonomi baru WTC,” ungkapnya. (dri)

Content Protection by DMCA.com