Pasca Tawuran Pelajar, Pj Wali Kota Datangi SMKN1 di Jalan Perjuangan

Kota Cirebon
Pj Wali Kota Cirebon Dr H Dedi Taufik MSi memberikan arahan kepada ratusan siswa SMKN1 Kota Cirebon, Jumat (7/12). FOTO: IST/RADARCIREBON.COMNPj Wali Kota Cirebon Dr H Dedi Taufik MSi memberikan arahan kepada ratusan siswa SMKN1 Kota Cirebon, Jumat (7/12).FOTO: IST/RADARCIREBON.COMN

CIREBON-Sehari Pasca terjadinya tawur pelajar di Jalan Perjuangan, Kota Cirebon, Pj Wali Kota Cirebon Dr H Dedi Taufik MSi mendatangi SMKN 1 Kota Cirebon, Jumat pagi (7/12). Kedatangan Pj wali kota Cirebon yang didamping Kepala Dinas Pendidikan Kota Cirebon Drs H Jaja Sulaeman MPd dan Kasatpol PP Kota Cirebon Andi Armawan tersebut disambut langsung Kepala SMKN 1 Kota Cirebon D Kimono serta guru-guru sekolah setempat.

Selanjutnya Pj Wali Kota Ciebon Dr H Dedi Taufik MSi menemui para siswa yang sudah berkumpul di lapangan basket SMKN 1 Kota Cirebon. Diawali dengan yel-yel semangat pagi, Pj Wali Kota Cirebon Dr H Dedi Taufik memuji semangat para siswa sekolah tersebut. “Spirit dan semangatnya luar biasa. Mata-matanya pun menatap dengan penuh senyuman. Spirit ini sesuai dengan jiwa anak-anak muda, setia dengan teman, serta memiliki jiwa korsa yang kuat. “Ini yang harus kita tanamkan sejak muda,” kata Dedi. Di hadapan ribuan anak-anak itu.

Dedi meminta jiwa korsa dan rasa setia kawan bisa disalurkan dengan baik. “Bukan dengan cara yang negatif. Apalagi dengan cara tawuran dengan sekolah lain. Karena tawuran hanya akan menimbulkan kerugian. Bukan hanya kerugian untuk orang lain dan lingkungan, tapi juga kerugian untuk diri kita sendiri,” tegas Dedi.

Karena itu, Dedi kembali meminta agar jiwa korsa dan semangat setia kawan lebih disalurkan untuk bersama-sama membangun cita-cita. Untuk masa depan yang lebih baik di masa yang akan datang. Karena mereka adalah tunas-tunas muda, generasi penerus bangsa. “Apalagi saat ini kita sudah menerapkan Jabar Masagi, yaitu generasi muda yang beriman, berilmu, berakhlak dan sehat. Jika masih ada yang memancing mereka untuk melakukan tawuran, lebih baik dilaporkan ke Polisi,” ujarnya

Sementara itu Kepala SMKN 1 Kota Cirebon D Kimono menjelaskan, sebenarnya saat kejadian penyerangan hari Kamis (6/12), siswa di SMKN 1 Kota Cirebon tengah melakukan kegiatan Maulid Nabi. “Ke depannya akan terus kita evaluasi, diantaranya dengan membuat berbagai macam kegiatan yang mendidik. Sehingga waktu anak-anak didik mereka akan tersita untuk berbagai macam kegiatan yang bermanfaat untuk menghindari terulangnya kembali tawuran tersebut,” jelasnya.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pendidikan Kota Cirebon Drs H Jaja Sulaeman MPd mengungkapkan, untuk menghentikan persoalan tawuran ini harus dilakukan secara komprehensif. “Awalnya mungkin hanya pancingan, lalu timbullah tawuran. Atas nama pembelaan diri dan atas nama sekolah. Karena itu, memang perlu dibuatkan jaringan antar siswa, misalnya antar ketua OSIS saling berkumpul, sehingga nantinya akan meningkatkan kebersamaan diantara siswa,” ungkapnya.

Selain itu, sambung Jaja, perlu koordinasi antara Dinas Pendidikan Provinsi Jabar dengan Dinas Pendidikan Kota Cirebon. “Karena saat ini kan SMA dan SMK kewenangannya ada di Disdik Jabar. Karena itu koordinasi ini juga penting untuk bersama-sama mencari jalan keluar dari permasalahan tawuran ini,” imbuhnya. (rdh/rls)