Pegawai RSD Gunung Jati Overload

Kota Cirebon
RSD Gunung Jati Cirebon.Foto: Dok. radarcirebon.com

CIREBON – Rumah Sakit Daerah (RSD) Gunung Jati Cirebon akan melakukan peningkatan status kepada pegawai tidak tetap (PTT) menjadi pegawai tetap (PT). Pasalnya, saat ini jumlah pegawai di RSD Gunung Jati melebihi ideal.

Direktur RSD Gunung Jati Cirebon, dr Bunadi mengakui bahwa idealnya jumlah pegawai 1.000 orang, namun saat ini jumlahnya mencapai 1.300 orang. Jumlah tersebut terbagi atas 600 pegawai tidak tetap dan PNS mencapai 700 pegawai.

“Ya gimana, sudah terlanjur masuk, nggak mungkin dikeluarkan. Paling kita akan mengadakan peningkatan status dari PTT jadi PT dengan mengoptimalkan kinerja yang bersangkutan,” ujar Bunadi, usai audiensi dengan Komisi III DPRD Kota Cirebon di Griya Sawala, Senin (12/2).

Selain melakukan peningkatan status, pihaknya juga akan membuka pelayanan baru. Hal ini bertujuan untuk peningkatan kelas dan pendapatan rumah sakit. “Misalnya pelayanan yang menunjang radiologi, klinik hematologi, talasemia,” katanya.

Dengan kondisi saat ini yang kelebihan pegawai, diakui Bunadi, dampaknya cukup sistematis. Seperti pembagian honor jasa pelayanan yang tidak sesuai hingga pelayanan kesehatan yang tidak maksimal.

Terlebih, saat ini BPJS menunggak pembayaran sejak Oktober 2017 dengan angka mencapai Rp55 miliar. Bunadi menyampaikan bahwa pihaknya sudah melayangkan surat ke BPJS terkait hal tersebut, namun belum ada jawaban hingga sekarang.

“Sudah kirim surat, tapi belum dijawab. Tembusannya juga sudah ke dewan dan walikota, sejak dua minggu yang lalu,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Kota Cirebon, dr Doddy Aryanto mengatakan, saat ini jumlah pegawai RSD Gunung Jati mencapai 1.300 orang, dengan pendapatan yang diasumsikan kurang dari sekitar Rp20 miliar.

“Nah bicara masalah porsi wajib obat dan lain-lain itu mencapai 60 persen, kemudian siswa 40 persen untuk jasa pelayanan. Ini pun dibagi lagi menjadi 2 komposisi, untuk dokter spesialis atau dokter yang ada, dan sisanya dibagi rata rekan-rekan pegawai. Hal ini bisa jadi salah satu penyebab pembaginya sedikit berubah,” tuturnya.

Untuk itu, pihaknya akan mengadakan pertemuan kembali dengan RSD Gunung Jati beserta BPJS Kesehatan untuk membahas hal ini. Karena menurunya, perubahan pembagi pendapatan kepada para pegawai bisa jadi dari berbagai faktor.

“Apakah karena overload pegawai, atau pembayaran BPJS yang menunggak, ini akan kita rapatkan lagi,” jelasnya. (mik)