Pelajar Saling Serang Lagi, Warga Pun Jadi Sasaran, Kapan Kita Akhiri?

Trend Hari Ini
Beberapa fasilitas di SMK Jl Perjuangan rusak usai diserang. FOTO: NURHIDAYAT/RADAR CIREBONBeberapa fasilitas di SMK Jl Perjuangan rusak usai diserang.FOTO: NURHIDAYAT/RADAR CIREBON

CIREBON-Tawuran pelajar masih terjadi di wilayah ini. Melibatkan oknum pelajar SMK negeri asal Kota dan Kabupaten Cirebon. Kamis (6/12) cukup besar. Jalan Perjuangan, lokasi aksi penyerangan, mencekam. Warga pun nyaris diamuk para pelajar itu.

Ratusan pelajar dari salah satu SMK di Kabupaten Cirebon menyerang siswa SMK di Jalan Perjuangan, Kota Cirebon. Disebut-sebut itu aksi balas dendam, setelah beberapa hari sebelumnya terjadi penyerangan terhadap pelajar SMK asal Kabupaten Cirebon. Penyerangan kemarin disebut yang paling besar. Warga dan para pedagang di Jalan Perjuangan turut menjadi sasaran. Para pengendara pun takut melintas. Bahkan ada yang sempat terjebak di antara aksi penyerangan dengan menggunakan batu itu.

Saksi mata menyebutkan, Kamis (6/12), sekitar pukul 11.00 WIB, para siswa yang datang berjalan kaki itu langsung merangsek masuk ke sekolah. Sempat dihalau, namun banyaknya jumlah siswa, membuat warga dan petugas kepolisian yang ada kewalahan. “Pas datang, batu-batu langsung beterbangan. Hujan batu di sini (Jalan Perjuangan, red). Kita pedagang juga ketakutan. Kalau saya langsung lari,” kata Darman, penjual ketoprak tak jauh dari lokasi tawuran.

Ia menyelamatkan diri di sekolah lain yang bersebelahan dengan sekolah yang hendak diserang siswa SMK dari Kabupaten Cirebon. “Kaki saya gemetar. Gemetar, takut. Saya takut kalau kena lemparan batu. Bisa celaka saya. Apalagi sudah tua begini,” tutur pria berusia 64 tahun itu kepada Radar Cirebon.

Pedagang lainnya, Dian, mengaku terkejut dengan aksi tawuran yang dinilainya paling parah selama beberapa tahun terakhir itu. Terlebih saat kejadian, lokasi Jalan Perjuangan tengah ramai. Banyak pengguna jalan dan mahasiswi terjebak di tengah siswa yang terlibat tawuran. “Saya langsung ambil helm dan ngumpet di belakang motor. Saya takut kena lemparan batu. Di sini banyak juga mahasiswi pada ngumpet. Saya suruh berlindung. Parah pokoknya. Kalau saya kan yang penting selamat. Biarin lah kalaupun gerobak saya berantakan,” kata Dian.

Halaman: 1 2 3 4