Pelajar Tawuran Depan Polsek Weru, Kaca Elf

Sebagian Siswa Tertangkap, Dihukum Jungkir dan Push Up

pusapSebanyak 16 pelajar yang tertangkap karena tawuran dihukum push up dan bergantian jungkir di halaman Polsek Weru. Sopir elf, Junedi menunjukkan bekas lemparan batu yang membuat kaca depan mobilnya pecah (foto kanan).FOTO:CECEP NACEPI/RADAR CIREBON

CIREBON–Benar-benar nekat. Dua gerombolan pelajar asal Kabupaten Cirebon terlibat tawuran di depan Mapolsek Weru, Kabupaten Cirebon, pada Kamis (18/10) sekitar pukul 12.00 WIB. Tawuran itu juga membawa korban. Kaca depan mobil elf nopol E 7556 KC pecah terkena lemparan batu.

Informasi yang dihimpun Radar Cirebon, tawuran bermula dari adanya kelompok pelajar yang sedang naik mobil omprengan dari arah Kota Cirebon menuju ke Palimanan. Di depan Polsek Weru, banyak pelajar juga yang sedang menunggu mobil hendak pulang ke rumah masing-masing.

“Awalnya mereka saling ejek dan hina antara pelajar yang naik mobil omprengan dan yang di bawah yang lagi nunggu mobil angkutan. Bahasa binatang keluar semua. Karena kesal, pelajar yang di bawah melemparkan batu. Seterusnya terlibat saling lempar,” ujar sopir elf Junedi (35) warga Desa Pegagan, Kecamatan Palimanan, Kabupaten Cirebon.

Suasana depan Polsek Weru pun menjadi ramai. Perang batu semakin menjadi-jadi. Sebuah batu melayang nyasar ke kaca depan mobil elf hingga pecah. Untungnya, batu tidak sampai masuk ke dalam mobil mengenai penumpang.

“Penumpang yang duduk di depan kaget sekali ada batu nyasar. Untung tidak masuk. Mobil ini baru beli 7 bulan, eh kacanya sudah pecah. Kita coba minta ganti, karena khawatir bos minta ganti rugi. Saya kan nggak punya uang. Narik saja baru dapat Rp30.000,” keluh Junedi.

Sorakan pelajar yang keras memancing anggota Polsek Weru keluar kantor. Melihat polisi datang, pelajar berhaburan lari ke berbagai arah. Beruntung yang naik omprengan lolos dari pengejaran, sedangkan 16 pelajar yang di bawah tertangkap.

Karena kesal dengan ulah pelajar yang sampai menyebabkan kaca mobil elf pecah, polisi kemudian menghukum mereka. Para pelajar disuruh buka baju lalu push up dan bergantian jungkir di halaman polsek.

Kapolsek Weru Kompol Rusdi Hayat mengatakan hukuman yang diberikan pihaknya sebagai upaya pembinaan. “Karena ini pelajar, ya kita bina dan panggil guru BK-nya. Kalau mobil elf yang sampai pecah karena ulah pelajar, kita masih periksa siapa yang melakukan. Karena tidak bisa kita langsung menyimpulkan,” katanya. (cep)