Pembangunan Pasar Sumber Telan Rp16 M

Kabupaten Cirebon
ilmi-bangunan-pasar-sumber-(5)Pembangunan Pasar Pasalaran terus digenjot. Untuk tahap kedua tahun 2018 dengan alokasi anggaran Rp9 miliar ini, pembangunannya mencapai 95 persen.FOTO:ILMI YANFA UNNAS/RADAR CIREBON

CIREBON-Pembangunan Pasar Sumber akhirnya selesai. Penyelesaian pekerjaan terakhir dilakukan pada 28 Oktober lalu. Kepada Radar Cirebon, Kepala Bidang Pengelolaan Pasar Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Cirebon Drs H Eka Hamdani MSi menuturkan, Pasar Sumber akan ditempati para pedagang pada akhir tahun ini.

Menurutnya, pasar tersebut dibangun sesuai keinginan para pedagang. Desainnya pun cukup menarik perhatian dan dilengkapi alat pemadam kebakaran serta hydran yang sangat lengkap. “Alat pemadam kebakaran yang ditempatkan di Pasar Sumber ini biayanya mencapai Rp1,2 miliar. Kita tidak ingin peristiwa pada 2015 lalu terulang kembali di pasar tersebut. Sehingga, belajar dari pengalaman, maka kita tempatkan alat pemadam kebakaran yang mumpuni,” kata Eka, kemarin.

Dikatakannya, alat pemadam kebakaran di Pasar Sumber ini terbagi menjadi tiga, yakni otomatis, semi otomatis, serta manual. “Semuanya lengkap. Tiap lantainya kita tempatkan alat pemadam kebakaran dari yang manual hingga otomatis. Kita juga sudah uji coba alat-alat itu dan bekerja dengan bagus. Dalam penempatan hydran ini kita libatkan Dinas Pemadam Kebakaran,” ujarnya.

Soal penempatan pedagang, menurutnya, masih perlu dirapatkan kembali kapan jadwal yang tepat. Namun ditargetkan, sebelum akhir tahun ini para pedagang sudah bisa berjualan. “Besok (Kamis) kita akan ada rapat persiapan penempatan pedagang. Peserta rapat terdiri dari instansi terkait,” jelasnya.

Pembangunan Pasar Sumber ini terdiri dari dua tahap. Tahap pertama mencapai Rp15,9 miliar, serta pembangunan tahap kedua pada tahun ini mencapai lebih dari Rp4 miliar. Sehingga jika ditotalkan anggaran pembangunan mencapai Rp16 miliar. Pasar Sumber ini kebakaran pada Agustus 2015 lalu yang disebabkan oleh aktivitas pengelasan di atap salah satu kios.

“Kita berharap pembangunan ini bisa mengobati kekecewaan pedagang yang kiosnya terbakar. Mereka akhirnya bisa berjualan kembali di pasar tersebut. Semoga para pedagang pun nantinya bisa merawat pasar ini,” kata Eka.

Diketahui, pasar tradisional ini sebelum dilakukan revitalisasi pembangunan pernah terjadi kebakaran hebat. Pasar Sumber yang dibangun dua lantai itu didesain seperti Pasar Jagasatru. “Pasar Sumber yang dibangun dua lantai ini, desainnya seperti Pasar Jagasatru. Pedagang los berada di tengah-tengah dan kios di sampingnya mengelilingi bangunan pasar,” kata Eka.

Ditambahkannya, ada sembilan pasar milik pemda yakni Pasar Ciledug, Babakan, Cipeujeuh, Sumber, Pasalaran, Palimanan, Kueh, Jamblang dan Pasar Batik Weru. Revitalisasi dan penataan pasar tradisional sangat penting guna meningkatkan daya saing terhadap pasar modern yang perkembangannya cukup pesat hampir pada setiap kecamatan.

Memang, kata dia, segmen pasar antara pasar tradisional dengan pasar modern memiliki beberapa perbedaan. Namun barang yang diperdagangkan rata-rata hampir serupa, yakni sembako dan keperluan sehari-hari. Sehingga mempunyai konsumen yang sama pula. “Pembangunan revitalisasi ini dilakukan untuk memberikan image baru bagi masyarakat, yani memberi kenyamanan bagi konsumen,” tukasnya.

Sementara itu, salah seorang pedagang yang enggan disebutkan namanya mengaku mengapresiasi kerja pemerintah daerah yang sudah menuntaskan pembangunan Pasar Sumber. “Apalagi sebentar lagi musim hujan. Mudah-mudahan, ini jadi jalan keluar bagi pedagang untuk menempati lokasi yang layak,” ucapnya singkat. (via)