Pemilih Potensial Pemilu 2019, Siapa Raih Suara Emak-emak?

Nasional
NOMOR-URUT-PILPRES-2019_MIFTAHULHAYATJAWA-POSPILPRES DAMAI: Dari kiri, Prabowo Subianto, Sandiaga Uno, Joko Widodo dan Ma’ruf Amin saat pengundian dan penetapan nomor urut pasangan capres dan cawapres di Gedung KPU RI, tadi malam. FOTO: MIFTAHU LHAYAT /JAWA POS

JAKARTA – Jumlah pemilih potensial perempuan dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 mencapai 92.796.375 pemilih dari total 185.639.674 pemilih berdasarkan Daftar Pemilih Sementara (DPS) Komisi Pemilihan Umum (KPU). Angka ini hanya berbeda tipis dari pemilih potensial laki-laki sebesar 92.843.299 pemilih.

Pengamat Komunikasi Politik Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Gun Gun Heryanto mengatakan dengan tingginya potensi suara perempuan, pasangan capres-cawapres yang berhasil menarik simpati pemilih perempuan maka mereka sangat berpotensi memenangkan Pilpres 2019.

Ceruk pemilih perempuan ini porsinya sangat besar dan sifatnya cair. Karena itu, pilihan mereka kerap kali dipengaruhi political treatment yang dilakukan pasangan calon,” ujarnya dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Sabtu (8/12).

Menurutnya, pilihan kelompok pemilih perempuan ini sangat bergantung pada aspek psikologis. Apa yang menarik dari pasangan calon itulah yang menarik bagi mereka. “Karena itu jangan heran ada efek pesona calon yang dilihat secara fisik, komunikasinya, tampilan di media dan lain-lain. Ceruk terbesarnya faktor psikologis,” kata Direktur Eksekutif The Political Literacy Institute ini.

Terpisah, hal senada juga disampaikan oleh Calon Presiden (Capres), Prabowo Subianto mengatakan kaum wanita atau yang akrab disebut dengan golongan emak-emak memiliki pengaruh yang begitu kuat dalam suatu lingkungan terlebih dalam pemilu mendatang.

“Emak-emak punya pengaruh yang sangat kuat bagi lingkungannya, dan yakinkan keluarga dan lingkungan terdekat kalian untuk berjuang menciptakan perubahan. Keselamatan Republik di pundak emak-emak, nasib bangsa ini ada di pundak emak-emak,” kata Prabowo.

Ketua Umum DPP Partai Gerindra itu juga mengungkapkan rasa hormat dan terima kasihnya kepada para kaum perempuan atau emak-emak yang secara sukarela mendukung perjuangannya bersama Sandiaga Salahuddin Uno dalam menciptakan rasa keadilan dan mewujudkan kesejahteraan untuk seluruh rakyat Indonesia.

“Terima kasih atas keberpihakan kalian, terima kasih keberanian kalian, terima kasih komitmen kalian, kita bersama menyongsong kemenangan dan perubahan. Dengan dukungan emak-emak saya merasa sangat kuat,” ungkap Prabowo.

Menurutnya, semangat dan militansi emak-emak tidak bisa dikalahkan dengan kecurangan yang dilakukan oleh pihak pihak tertentu yang ingin mencederai proses demokrasi di Indonesia. “Hanya emak-emak yang bisa menyelamatkan suara kita di TPS, jadi kita harus jaga TPS kita masing-masing, jadilah saksi dan bagian dari kemenangan rakyat Indonesia,” ungkapnya.

Senada, Wakil Sekjen DPP Partai Gerindra, Sudaryono juga menjelaskan bahwa militansi dan semangat emak-emak tidak perlu diragukan lagi dalam keikutsertaannya mengawal proses demokrasi di Indonesia.

“Untuk menjadikan Pak Prabowo dan Pak Sandi menjadi presiden dan wakil presiden maka ada dua metode, yakni yang pertama Penggalangan yaitu mengajak seluruh keluarga dan tetangga, selain itu yang kedua Teritorial mengamankan wilayah masing-masing dari DPT palsu alias hantu,” tandas Sudaryono yang juga merupakan Wakil Direktur Eksekutif BPN Prabowo-Sandi itu. (Frs/FIN)