Pemkab Betonisasi Jalan Depan, Dukung Keberadaan Pasar Rakyat Waled

dri---pasar-rakyat-waled-betonisasi-(2)Lokasi Pasar Rakyat Waled sampai dengan saat ini masih sepi usai ditinggal pedagang kurang lebih sembilan bulan lalu. Saat ini, Pemkab Cirebon tengah melakukan perbaikan jalan dengan melakukan betonisasi.FOTO:ANDRI WIGUNA/RADAR CIREBON

CIREBON-Sudah hampir sembilan bulan Pasar Rakyat Waled (PRW) tidak difungsikan. Pasar yang ditinggal para penjualnya tersebut, kini perlahan mulai bergeliat lagi setelah Pemkab Cirebon akhirnya memperbaiki jalan kabupaten yang berada persis di depan bangunan pasar. Meskipun belum sampai ke tahap pembukaan kembali, namun harapannya pasar tersebut kembali ramai. Dengan jalan yang sudah diperbaiki, membuat pengelola pasar optimis PRW bisa kembali ke tujuan awal, untuk menyejahterakan warga sekitar.

Pengelola PRW Andi kepada Radar Cirebon menuturkan, seiring dengan perbaikan jalan yang dilakukan, pihaknya pun kini tengah menyusun strategi untuk kembali mendongkrak minat para pedagang berjualan kembali di pasar tersebut. “Kalau dulu vakum, itu kan salah satu alasannya akses jalan yang buruk, terlebih lagi di musim penghujan. Sekarang kan bisa dilihat sendiri. Jalan meskipun belum selesai, sudah bagus dan layak. Jalur yang menuju pasar sudah dibeton,” ujar Andi.

Dia pun sudah membentuk tim untuk berkoordinasi dengan para pedagang yang sudah mendaftar sebelumnya. Bahkan, ia sudah menyiapkan skenario andai para pedagang yang sudah mendaftar tetap tidak ingin masuk berjualan di PRW. “Kita akan konfirmasi terlebih dahulu ke para pedagang. Maunya bagaimana? Kalau mau terus berjualan, kami persilakan dan akan kami berikan banyak kemudahan. Jika tidak, maka ada opsi untuk merangkul pedagang baru,” imbuhnya.

Pihaknya optimis bisa membuka kembali PRW tersebut dan ke depan potensi pasar untuk berkembang lebih besar, setelah ada perbaikan jalan. Terlebih, pihaknya tidak sedikit uang untuk menginvestasikan dana dan anggaran koperasi untuk pembuatan bangunan tambahan di sekitar bangunan utama. “Kita juga sudah investasi di pasar tersebut. Itukan untuk buat kios keliling pasar yang menempel di pagar kan menghabiskan uang yang tidak sedikit. Tentu ini akan kita seriusi. Kan tujuan akhir kita pasar ini akan membawa manfaat untuk warga sekitar,” jelasnya.

Sementara itu, tokoh masyarakat Waled, Iwan Setiawan kepada Radar Cirebon mengatakan, jika sampai saat ini keberadaan pasar belum membawa manfaat untuk warga sekitar atau desa setempat yang lahannya digunakan untuk bangunan pasar. “Menurut saya, ini permasalahannya di pengelolaannya. Harusnya ketika membangun pasar tentu sudah melakukan analisa. Ada hitung-hitungannya bukan? Kalau sampai ditinggal pedagang, berarti kan ada hitungan yang tidak sesuai. Sampai sejauh ini belum ada dampaknya untuk masyarakat, apalagi untuk desa pemilik lahan,” ungkapnya. (dri)