Pemkab Cirebon Review Ulang Pembangunan Sport Center Watubelah

Tahun 2019 Diguyur Anggaran Rp65 M dari APBD Kabupaten Cirebon dan Provinsi Jabar

Kabupaten Cirebon
Penjabat Bupati Cirebon Dr Ir H Dicky Saromi MSc ditemani Kepala DPKPP Kabupaten Cirebon H A Sukma Nugraha MM dan jajarannya memantau perkembangan pembangunan Sport Center Watubelah, Selasa (4/12). FOTO:ILMI YANFA UNNAS/RADAR CIREBONPenjabat Bupati Cirebon Dr Ir H Dicky Saromi MSc ditemani Kepala DPKPP Kabupaten Cirebon H A Sukma Nugraha MM dan jajarannya memantau perkembangan pembangunan Sport Center Watubelah, Selasa (4/12). FOTO: ILMI YANFA UNNAS/RADAR CIREBON

CIREBON-Pemerintah Kabupaten Cirebon akan melakukan review grand design ulang untuk melanjutkan pembangunan Sport Center. Pasalnya, grand design yang ada, dibuat tahun 2012 lalu. Sehingga, banyak perubahan saat ini. Hal tersebut diungkapkan Penjabat Bupati Cirebon Dr Ir H Dicky Saromi MSc setelah memantau Sport Center Watubelah, Selasa (4/12).

Kepada Radar Cirebon, Dicky mengatakan, pihaknya sengaja mendatangi lokasi Sport Center, setelah melakukan diskusi dengan Bappelitbangda dan DPKPP mengenai kelanjutan pembangunan Stadion Watubelah. Stadion yang memang ditunggu oleh masyarakat Kabupaten Cirebon.

Pihaknya memastikan pembangunan Sport Center tetap akan dilanjutkan. Kabar baiknya, tahun 2019 ini anggaran akan dikucurkan, bukan hanya dari APBD Kabupaten Cirebon, tetapi juga bantuan dari APBD Provinsi Jawa Barat.

Dicky mengatakan, untuk melanjutkan pembangunan Sport Center, dibutuhkan anggaran Rp65 miliar. Dengan anggaran itu, pihaknya akan melakukan review ulang grand design pembangunan Sport Center. Rinciannya, APBD Kabupaten Cirebon Rp35 miliar, sedangkan dari provinsi sebesar Rp30 miliar.

“Dari Rp65 miliar ini, akan kita laksanakan untuk 2019. Tetapi kita akan dahului dulu dengan review masterplan-nya. Saya ingin review masterplan ini di awal-awal tahun 2019 sudah selesai. Sehingga kita tahu berapa posisi 100 persen untuk anggaran dalam menyelesaikan stadion ini. Tidak hanya untuk stadion, tetapi unsur pendukungnya juga,” bebernya.

Hasil review masterplan ulang tersebut akan menentukan kelanjutan pembangunan Sport Center. Dari review itu, akan diketahui berapa anggaran total 100 persennya. Kemudian apa saja yang dilakukan. Jika kita sepakati, maka itulah yang akan menjadi pedoman dalam menyelesaikan stadion ini.

Pihaknya sangat berharap, meskipun belum selesai total, namun Sport Center sudah bisa difungsikan. Meskipun belum selesai di tahun 2019, tetapi setidaknya stadion ini sudah terlihat progres kemajuannya dan bisa jadi secara fungsional sudah bisa dimanfaatkan.

Pihaknya fokus kepada pembangunan fisik seperti pembangunan tribun untuk pembangunan di tahun 2019 mendatang. Tribun barat dan tribun timur ini akan sama, pakai penutup atap. “Nah itu kita akan bagi. Untuk tribun timur nanti akan menggunakan APBD Kabupaten Cirebon, ditambah dengan tribun selatan yang tidak pakai atap. Kemudian tribun barat pakai atap dan yang di utara akan dilaksanakan dari bantuan keuangan  provinsi.

Sementara itu, Kepala DPKPP Kabupaten Cirebon H A Sukma Nugraha MM kepada Radar Cirebon mengatakan, adanya review ulang grand design pembangunan Sport Center sangat diperlukan. Tahun 2019 ini, lanjutnya, akan mereview grand design dulu, karena sudah tidak sesuai dengan desain tahun 2012 lalu.

Dengan review ulang grand design ini, menurut pria yang akrab dengan panggilan Agas ini, maka akan bisa mengetahui kekurangan anggaran pembangunan Sport Center hingga selesai. “Perlu review grand design baru. Sehingga nanti kelihatan dari anggaran yang sudah terbangun ini, kemudian juga stadion ini terbangunnya seperti apa. Sehingga kita baca nanti kekurangannya berapa,” tuturnya.

Banyak sekali perubahan karena banyaknya pembangunan, maka sangat mempengaruhi pembangunan Sport Center. Apalagi, sekarang ada ITB, kemudian ada Asrama Haji Watubelah. Kemudian disampingnya sudah ada jalan baru. Ada juga lapang tembak. sehingga harus ada perubahan.

Agas mengungkapkan, saat ini baru sekitar 48 persen pembangunan Sport Center lagi. “Sebanyak 48 persen, masih kurang 52 persen lagi. Hanya, dari fisik ya belum lagi sarana dan prasarana,” ujarnya. (den)