Pemkab Kuningan Siaga Bencana Banjir dan Longsor

ILUSTRASI

KUNINGAN-Pemerintah Kabupaten Kuningan menetapkan status siaga bencana banjir dan longsor hingga Mei 2019 mendatang. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan Agus Mauludin mengatakan, berbagai persiapan tengah dilakukan pihaknya untuk mengantisipasi segala kemungkinan bencana yang terjadi pada musim penghujan ini. Mulai dari pemetaan wilayah rawan bencana, penyiapan logistik hingga personel.

“Kami sudah menggelar rapat koordinasi yang dipimpin langsung Pak Sekda bersama sejumlah instansi terkait mulai dari TNI, Polri, dinas-dinas dan relawan membahas kesiapsiagaan menghadapi status siaga bencana banjir dan tanah longsor ini. Selanjutnya kami tengah fokus dalam hal penyediaan logistik serta personel dan relawan yang tergabung dalam Unit Reaksi Cepat (URC),” ujar Agus.

Sesuai instruksi Gubernur Jawa Barat lanjut Agus, status siaga bencana banjir dan tanah longsor ditetapkan selama musim hujan yang diperkirakan hingga akhir Mei 2019 mendatang. Adapun hasil pantauan BMKG, memprediksi puncak curah hujan akan terjadi pada Januari hingga Februari 2019. Agus kembali menyebutkan, sebanyak 15 kecamatan di Kabupaten Kuningan masuk dalam daerah rawan bencana banjir dan tanah longsor.

Daerah tersebut meliputi Kecamatan Ciawigebang, Cibeureum dan Cilebak masuk dalam kategori daerah rawan bencana tanah longsor dan banjir, sedangkan Kecamatan Cilebak, Cimahi, Ciniru, Ciwaru, Darma, Garawangi, Hantara, Kadugede, Karangkancana, Maleber, Selajambe dan Subang masuk dalam daerah rawan longsor. Pihaknya pun mengimbau kepada masyarakat untuk selalu waspada terhadap kemungkinan bencana tersebut terutama saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi dan durasi waktu lama. “Dengan adanya penetapan 15 daerah rawan bencana tersebut, bukan berarti daerah lain diabaikan. Karena bencana bisa saja terjadi di mana pun, terutama dampak cuaca ekstrem yang mungkin terjadi seperti angin puting beliung, petir dan lainnya patut menjadi kewaspadaan kita semua,” ujar Agus.

Hingga awal Desember ini lanjut Agus, hujan sudah beberapa kali mengguyur wilayah Kabupaten Kuningan dan beberapa di antaranya telah menyebabkan kejadian tanah longsor, angin kencang yang mengakibatkan pohon tumbang dan atap rumah warga rusak. Timnya pun langsung bergerak ke lokasi melakukan penanganan dan pendataan sekaligus memberikan logistik yang diperlukan seperti terpal dan bahan makanan untuk para korban. “Alhamdulillah beberapa kejadian bencana tersebut tidak sampai menyebabkan korban luka atau pun jiwa. Harapan kita semoga musim hujan tahun ini dan ke depannya tidak sampai menimbulkan bencana besar apalagi sampai ada korban,” pungkasnya. (fik)