Penanganan Bencana di Majalengka Terbentur APBD

1481
DARURAT: Jalan longsor di Desa Sidamukti diperbaiki sementara, sambil menunggu perbaikan permanen dari Pemkab. FOTO: PEMCAM MAJALENGKA

MAJALENGKA – Curah hujan yang cukup tinggi akhir-akhir ini mengakibatkan jalan di Desa Sidamukti amblas, sehingga jalan yang menghubungkan blok Pancurendang dengan blok Ciandeu hampir terputus.

Awalnya jalan tersebut beberapa hari hanya bisa dilalui kendaraan roda 2 sampai datang bantuan beronjong dari BPBD, yang dikerjakan secara gotong royong oleh warga.

Lokasi longsor tersebut kemarin dikunjungi anggota Komisi III DPRD, yang mendorong penanganan longsor jalan penghubung antarblok di Desa Sidamukti Kecamatan Majalengka ditanggulangi sementara melalui dana tanggap darurat dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Penanganan permanen terhadap jalan tersebut tidak bisa dilakukan segera, mengingat APBD 2017 sudah ketok palu.

Juru bicara Komisi III, Tantri Dwiyanti SE menyebutkan, walaupun sifatnya sementara namun upaya tersebut dilakukan agar masyarakat tetap terhubung dan tidak terisolasi.

“Untuk sementara kita dorong agar penanganannya segera diantisipasi BPBD, minimalnya akses tidak terputus dan warga bisa tetap beraktivitas. Kalau untuk perbaikan secara permanen akan kita dorong dianggarkan, tapi persoalanya APBD 2017 sudah diketok palu namun belum bisa diserap” ujar dia.

Penanganan sementara juga bisa dilakukan pihak desa dan kecamatan setempat, dengan membuat beronjong untuk menahan badan jalan agar bisa tetap dilalui kendaraan. Anggaran tanggap darurat di BPBD saat ini belum bisa diserap dan digunakan, karena masih awal tahun dan APBD 2017 masih dievaluasi gubernur.

Anggota komisi III lainnya Dedi Suandi menambahkan, peristiwa tersebut cukup dilematis mengingat terjadi di akhir Desember 2016 sedangkan saat ini postur APBD 2017 sudah fix. Sehingga kalau ingin diatasi secara permanen, tentu harus menunggu APBD perubahan 2017 mengingat kebutuhan dananya tidak sedikit.

“Peristiwa ini menurut versi masyarakat sudah tujuh kali terjadi, diantsipasi dengan upaya tanggap darurat sementara tapi beronjonganya amblas lagi. Sehingga kalau mau permanen harus menunggu dianggarkan di APBD perubahan 2017. Nanti kita dorong itu karena ini akses vital bagi masyarakat,” sebutnya.

Tapi kalaupun kedepanya terjadi kondisi yang bisa mengancam atau memutus total akses jalan, pihaknya mendorong agar dana tanggap darurat di APBD murni 2017 di BPBD bisa dikeluarkan untuk menanganinya. (azs)

 

 

BAGIKAN