Penanganan Pantai Belum Jadi Prioritas Pemerintah

429
Kepala BBWS Citarum, Yudha Mediawan beserta jajarannya meninjau pantai Ujunggebang, didampingi Kuwu Kusnato. FOTO:KOMARUDIN KURDI/RADAR INDRAMAYU

INDRAMAYU – Meski abrasi pantai merupakan persoalan serius, namun hal itu belum menjadi prioritas pemerintah. Pemerintah lebih memprioritaskan pembangunan infrastruktur untuk menunjang program ketahanan pangan dan penanggulangan banjir.

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum Yudha Mediawan mengatakan, penanganan abrasi pantai belum masuk program strategis nasional Sumber Daya Air. Pemerintah, kata dia, lebih memprioritaskan pembangunan waduk. Di wilayah BBWS Citarum sendiri akan dibangun 59 waduk.

“Selanjutnya air baku untuk kebutuhan air minum dan kawasan. Kemudian normalisasi sungai. Baru terakhir penanganan pantai,” ujarnya saat melakukan kunjungan kerja ke Desa Ujunggebang.

Dikatakan, BBWS sudah mengusulkan anggaran untuk penanganan pantai seperti pembangunan break water dan jetti. Hanya saja saat pembahasan anggaran, usulan itu dicoret. “Jadi yang lebih diprioritaskan adalah pembangunan pendukung program ketahanan pangan,” ujarnya.

Yudha menambahkan, untuk tahun anggaran 2017, program penanganan pantai dititikberatkan pada perbaikan pantai Desa Ujunggegang. Pasalnya breakwater pantai di wilayah itu telah mengalami kerusakan.

“Selain Ujunggebang, perbaikan juga dilakukan di tempat lainnya di Indramayu. Perbaikan akan di upayakan di tahun anggaran 2018,” bebernya.

Lebih lanjut Yudha mengatakan, Kabupaten Indramayu, menjadi prioritas penanganan abrasi. Karena bila dibandingkan daerah lain, laju abrasi di pantai Indramayu tergolong cepat.

“Selain membangun break water yang belum terpasang, juga jetty. Jetty tersebut untuk mencegah laju abrasi yang masif. Hanya saja untuk membangunnya perlu kajian yang memakan waktu sembilan bulan. Saat ini yang paling urgen untuk menanggulangi abrasi, adalah melakukan perbaikan,” terangnya.

Sementara Kuwu Ujunggebang H Kusnato SE mengatakan, breakwater yang ada di pantainya telah mengalami kerusakan. Selain perbaikan, ia berharap ada pembangunan breakwater baru. Karena yang belum terpasang sekitar 1.800 meter lagi. Menurutnya, keberadaan break water dan jetty selain mencegah abrasi juga menyelamatkan daratan pantai. Apalagi Pantai Ujunggebang, kini menjadi destinasi wisata yang ada di Indramayu. (kom)