Penataan Kawasan Pecinan di Kota Cirebon Masih Sebatas Jargon

Perlu Terobosan Regulasi Lebih Tegas

Kota Cirebon
ilmi-26-Agsts-2018-kawasan-pecinan-(2)Kawasan Pecinan di Jalan Lemahwungkuk tampak lengang. Kawasan ini menjadi salah satu tanda kota toleransi dan multietnis. FOTO:ILMI YANFAUNNAS/RADAR CIREBON

CIREBON-Warga Tionghoa di Kota Cirebon berharap Pemkot Cirebon serius mengembangkan Kawasan Pecinan.  Salah satu pemerhati budaya Tionghoa Cirebon, Yan Siskarteja, pengembangan Kawasan Pecinan di Cirebon baru sebatas jargon.

Yan mengatakan, kebudayaan Cirebon mendapatkan bentuknya melalui perjalanan sejarah yang panjang. Menurutnya, berbagai kebudayaan yang dikenal saat ini, tidak lepas dari interaksi warga Cirebon dengan kaum perantau pada masa silam. Termasuk para perantau dari daratan Tiongkok.

“Masyarakat Kota Cirebon terdiri dari berbagai etnis dengan adat dan budayanya sendiri-sendiri. Sampai saat ini kita dapat hidup selaras. Kekayaan budaya tersebut merupakan modal besar untuk memajukan kota ini,” tuturnya, belum lama ini.

Lebih lanjut, dikatakan Yan, salah satu potensi yang dapat dimaksimalkan menjadi produk wisata unggulan Kota Cirebon adalah kawasan Pecinan. Yan menyayangkan, perhatian Pemkot untuk Kawasan Pecinan belum maksimal.

“Ada sejumlah lokasi di Jalan Winaon, Lemahwungkuk dan Pasuketan. Itu kawasan potensial untuk Pecinan. Kawasan itu cukup ramai di pagi sampai sore hari, tapi seperti kota mati jika tiba malam hari. Tugas kita bersama untuk bisa menghidupkannya. Dengan upaya yang maksimal tentunya kita bisa menata kawasan itu agar lebih menarik sebagai tujuan wisata,” imbuh pria yang juga pengurus FORMI Kota Cirebon.

Hal senada diungkapkan Ketua Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) Cirebon Andi Rianto Lie. Mantan Anggota DPRD Kota Cirebon itu mengatakan, kebudayaan Tionghoa juga bagian dari kebudayan Cirebon.

Untuk pengembangan Kawasan Pecinan, ia menyarankan dibuat regulasi yang jelas, minimal melalui peraturan walikota (Perwali). “Sebuah regulasi diperlukan agar pengembangan sebuah kawasan lebih terarah,” katanya.

Menurut Andi Lie, warga keturuan Tionghoa terus berupaya mendorong Pemkot Cirebon agar memaksimalkan kawasan Pecinan. “Sejarah kawasan Pecinan di Winaon dan Lemahwungkuk itu cukup panjang. Menarik jika terus digali. Lokasinya juga strategis untuk kawasan wisata belanja, kuliner dan budaya,” tuturnya. (sam)