Penataan Kota Tua Jamblang Mulai 2020

Drs H Hartono,M.M
Drs H Hartono,M.M

CIREBON-Pemerintah Kabupaten Cirebon, serius menjadikan bangunan tua di Desa/Kecamatan Jamblang menjadi ikon wisata baru. Penataannya akan dilakukan di tahun anggaran 2020.

Hal Itu disampaikan Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Kadisbudparpora) Kabupaten Cirebon, Drs H Hartono di kantor dinasnya, kemarin.

Kepada Radar Cirebon, pria berkumis itu menjelaskan, penataan bangunan arsitektur Belanda di sekitar Jamblang, sudah memasuki tahap awal atau pendataan pemilik gedung di sekitanya. Memenuhi itu, Disbudparpora telah bekerja sama dengan Kepala Desa dan Kecamatan Jamblang.

Setelah seluruh pemilik bangunan terdata, lanjut Hartono, pihaknya akan memanggil pemilik masing-masing bangunan untuk dilakukan musyawarah dan menyampaikan keinginan pemerintah daerah, untuk menjadikan wisata bangunan tua milik mereka sebagai destinasi wisata baru, seperti halnya kota tua di Jakarta.

Destinasi tersebut, sekaligus mendukung destinasi gerabah yang juga berada di Kecamatan Jamblang. Setelah perencanaan terpenuhi, selanjutnya akan dibuatkan perencanaan fisik atau Detail Engineering Design (DED).

“Setelah DED kami buat, baru nanti kami ajukan ke pemerintah daerah di tahun anggaran 2020. Jadi, mudah-mudahan untuk penataan Kota Tua Jamblang, Actionnya (aksinya, red) mudah-mudahan di tahun anggaran 2020,” ujarnya.

Kepala Dinas juga mengaku, belum mengetahui berapa anggaran yang akan dikeluarkan dalam pelaksanaan tahun mendatang. Pihaknya akan berkonsultasi dengan konsultan pariwisata, baik itu mengenai perencanaan fisik atau Rencana Anggaran Biaya (RAB).

Terpisah, Pj Bupati Cirebon, Dicky Saromi mengatakan, bangunan tua di Jamblang akan dijadikan sebagai ciri atau landmark wisata baru di Kabupaten Cirebon.

Senada dengan Kadisbudparpora, kerajinan gerabah di Desa Sitiwinangun, Kecamatan Jamblang, lanjut Dicky, akan semakin mendukung potensi yang ada di wilayah tersebut.

“Penataan ini sedang kita susun rancangannya. Apakah nanti revitalisasinya dengan cara memperbaiki rumah-rumah itu (bangunan tua, red). Atau mungkin juga kita akan perbaiki sebagian, dan kita tata lingkungannya dengan kita cat. Kita buat semenarik mungkin atraksinya, jalan lingkungannya, dan sebaginya. Sedang kita rancang,” bebernya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Cirebon H Mustofa SH, sangat mendukung dan menyambut baik rencana tersebut. Pria yang akrab disapa Jimus itu juga merasa optimis, bahwa dengan perencanaan yang matang, wisata di Kabupaten Cirebon dapat dikelola dengan baik. Sehingga dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Perencanaan teknis semuanya ada di tingkat kabupaten. Untuk itu, saya menyarankan kepada pemerintah daerah, agar aturan teknis ini segera dibuat. Kalau tidak dibuat saya khawatir tidak berjalan sama sekali,” katanya. (ade)