Pendaftar CPNS Kabupaten Cirebon Tembus 6.550 Peserta

Angkanya Terus Meningkat sampai Penutupan 15 Oktober

Kabupaten Cirebon
cpns-jehILUSTRASI

CIREBON-Badan Kepegawaian Pengembangam Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Cirebon merilis jumlah Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang mendaftar di Kabupaten Cirebon. Hingga kemarin, jumlahnya mencapai 6.550 pendaftar. Angka ini akan terus meningkat jelang penutupan pendaftaran CPNS 15 Oktober mendatang.

Kabid Pengadaan Pemberhentian dan Informasi BKPSDM Kabupaten Cirebon Novi Hendriyanto SSTp MSi mengatakan, formasi CPNS tidak ada perubahan seperti di awal. Hanya saja, yang mendaftar CPNS 6.550 untuk semua formasi.

Ditanya rincian pendaftar sesuai formasi, Novi mengungkapkan, belum bisa merinci. Sebab, di sistem pun tidak otomatis merinci. Kalaupun dirinci, paling dilakukan satu persatu secara manual. “Yang jelas, mereka yang mendaftar sebagai CPNS, untuk sementara jumlahnya 6.550 peserta. Jumlah itu, terdiri dari pendaftar yang memenuhi syarat maupun yang tidak memenuhi syarat,” ujarnya kepada Radar Cirebon.

Menurutnya, ketika peserta yang memenuhi syarat setelah diverifikasi oleh BKPSDM datanya akan ditarik oleh SCN dan CAT. Manfaatnya, sebagai dasar untuk melakukan ujian.  Disinggung sudah ada peminat lagi untuk CPNS Guru Bahasa Cirebon Novi mengaku, sejauh ini yang mendaftar baru ada delapan orang. Sementara untuk dokter spesialis masih tetap satu orang.

“Saya lupa kebutuhan untuk Guru Bahasa Cirebon dan Dokter Spesialis. Tapi, kalau untuk dokter spesialis memang hampir di semua daerah kota/kabupaten di provinsi tidak ada yang daftar. Karena terkendala umur. Apalagi, untuk mendapatkan gelar dokter spesialis,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon Drs H Asdullah Anwar MSi menyampaikan, kebutuhan Guru Bahasa Cirebon memang dibutuhkan. Idealnya, di Kabupaten Cirebon Guru Bahasa Cirebon ada 450 orang. Itupun fifty-fifty dengan SD dan SMP.

“Memang wajar pendaftaran CPNS untuk Guru Bahasa Cirebon minim. Sebab, tidak ada perguruan tinggi yang pendidikan bahasa Cirebon. Kalaupun ada, itu hanya di UPI. Itupun ada jurusannya Bahasa Sunda dan lulusannya pun sangat sedikit,” tuturnya.

Di tempat terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon Hj Enny Suhaeni SKM MKes menyampaikan, secara hitungan, dokter itu bisa menyelesaikan pendidikan paling cepat enam tahun. Kemudian intensif satu tahun, dan melanjutkan pendidikan ke dokter spesialis dengan jangka waktu 4-5 tahun. Itu pun kalau lulus tepat waktu. Kalau lulus pun, masih cukup waktu untuk mendaftar

“Namun menurut saya, minimnya pendaftar CPNS mungkin karena kurang minat para dokter untuk mendaftar. Selain itu, lantaran terbentur usia. Dan kebanyakan para dokter lebih memilih praktik di RS Swasta,” pungkasnya. (sam)