Pengembangan Kawasan Wisata Maneungteung Terkendala Banjir

Camat Waled Drs H Abdulatip MSi menunjukan gorong-gorong yang dulu dijadikan bunker saat zaman kolonial Belanda, di Kawasan Bukit Maneungteung Desa Waled Desa dan Desa Cigobang, Kecamatan Waled. FOTO: DOK.JAMAL SUTEJA/RADAR CIREBON
Camat Waled Drs H Abdulatip MSi menunjukan gorong-gorong yang dulu dijadikan bunker saat zaman kolonial Belanda, di Kawasan Bukit Maneungteung Desa Waled Desa dan Desa Cigobang, Kecamatan Waled. FOTO: DOK.JAMAL SUTEJA/RADAR CIREBON

CIREBON-Rencana pengambangan Kawasan Wisata Maneungteung (KWM ) di Kecamatan Waled masih belum dilakukan.

Camat Waled H Khamim saat ditemui Radar Cirebon menuturkan, wacana pengembangan kawasan KWM tersebut belum terealisasi karena beberapa persoalan. Salah satunya adalah persoalan banjir. “Sesuai rencana KWM itu nanti pintu masuknya dari Waled Asem. Cuma memang belum bisa terealisasi karena masih ada persoalan banjir. Wilayah atau akses kelokasinya masih sering terjadi banjir, ini yang butuh pembicaraan lagi dengan BBWS untuk penyelesaian persoalannya,” ujarnya.

Disebutkannya, jika persoalan itu sudah bisa diatasi maka rencana pengembangan KWM akan bisa direalisasikan dengan bantuan dan support pemerintah daerah serta kecamatan dan pemerintah desa. “Untuk realisasinya tentu kita harus menyelesiakan persoalan banjirnya terlebih dahulu. Solusinya bisa dengan melakukan upaya penanggulangan banjir. Bisa dengan membuat bangunan pengendali banjir, seperti embung dan lain-lain, tapi ini juga butuh koordinasi yang intens dengan BBWS,” imbuhnya.

Jika sudah direalisasikan, Khamim meyakini, KWM bakal memberikan dampak positif bagi masyarakat Kecamatan Waled. Salah satunya adalah mengangkat perekonomian dan pendapatan asli daerah. “Kita punya potensi alam, tentu pengembangan yangpaling rasional itu ya kawasan wisata, untuk realisasi tentu butuh upaya sinergitas seluruh elemen terkait, dari mulai pemdes, pemcam dan pemkab,” jelasnya.

Sementara itu, Tokoh masyarakat Cirebon timur, Iwan Gunawan menilai, salah satu spot yang terkenal di Waled adalah Ajimut yang masuk dalam kawasan wisata Maneungteung. Iwan yakin, optimalisasi yang nantinya dilakukan bisa membuat kawasan tersebut menjadi salah satu objek wisata yang punya daya saing.

“Saat ini kan wilayah Ajimut atau Maneungteung terkenal dengan situ sejarahnya, bahkan di atas bukit ada patung perjuangan. Jika dioptimalkan, lokasi ini juga sangat mendukung lokasi wisata alam,” ungkapnya. (dri)

Yuk! Baca Juga, Berita Terkaitnya

Terkini Lainnya