Pengerjaan Trotoar Jl Perjuangan Sudah 70 Persen Selesai

0-ok-Gus-Trotoar-Jl-PerjuanganPejalan kaki melewati tumpukan pasir material trotoar di Jalan Perjuangan, Minggu (24/9).FOTO:AGUS RAHMAT/RADAR CIREBON

CIREBON-Proyek peningkatan jalan dan trotoar di Jalan Perjuangan dalam proses penyelesaian. Pantauan Radar Cirebon, Minggu (23/9) adanya pasir, bata, beton trotoar dan keramik yang belum terpasang masih mengganggu aktivitas warga sekitar khususnya wilayah Majasem.

Khusus di depan Kampus AMC, trotoar sudah terlihat rapih dan beton trotoar pun sudah di cat hitam putih. Itu hanya sekitar 100 meter saja, selepas itu sampai dengan depan pemakaman belum di cat. Demikian pula guiding block, belum ada perbaikan. Keramik kuning ditengah trotoar dengan tekstur kasar itu berfungsi sebagai pemandu untuk warga disabilitas. Di beberapa titik, justru guiding block terhalang pohon besar. Sehingga tampaknya percuma saja ada fasilitas seperti itu.

Tepat di depan sebuah toko bangunan, trotoar jelas menghalangi aktivitas toko  tersebut. Ditemui dilokasi, Ani (20) pelayan toko itu mengeluhkan kondisi trotoar. Pasalnya, pemasangan keramiknya belum diselesaikan. Karena hal itu, mobil ekspedisi toko tidak bisa masuk. “Ya ini menghalangi keluar masuk mobil toko, mudah-mudahan cepat dipasang keramiknya,” ucap Ani, kepada Radar Cirebon.

Sedangkan di depan Masjid At-taubah, beberapa beton trotoar masih tergeletak dikanan kiri gerbangnya. Tentu saja ini juga mengganggu jamaah yang hendak beribadah. Selanjutnya, di depan SDN Majasem 1, ada lubang kotak sepertinya untuk menempatkan pot. Lubang itu tidak dalam, tapi bisa membahayakan orang yang jalan di trotoar bila tidak waspada.

Terakhir, dari SDN Majasem sampai tikungan jalan, trotoar sudah terpasang, tapi material masih belum dibersihkan. Gundukan pasir memakan badan jalan, ini sangat membahayakan, walaupun sudah ada tanda atau tulisan peringatan. Warga lainnya, Dwi Handayani (29) mengeluhkan material yang ditempatkan sembarangan. Dikhawatirkan dapat memicu terjadinya kecelakaan. Terutama di malam hari. Sebab, di wilayah ini minim penerangan. (gus)