Perjalanan Panjang Penganut Bumi itu Datar

Ilustrasi: Sutterstock

PEMBUNUHAN sadis pada Edi Chandra Purnama alias Pupung Sadili berusia 54 tahun dan anaknya M. Adi Pradana alias Dana berusia 23 tahun, menyedihkan bagi kalangan komunitas bumi datar di Indonesia.

Ayah dan anak tersebut merupakan tokoh pendiri komunitas bumi datar Indonesia, Flat Earth 101. Bagi yang mengikuti isu bumi datar dari Flat Earth 101 bakal familiar dengan sosok misterius yang dikenal dengan nama Boss Darling.

Pada video YouTube Flat Earth 101, suara Boss Darling sangat familiar menjelaskan detail berbagai isu yang diusung bumi datar.

Konsepsi bumi datar sudah dikenal lebih lama dan dianut oleh umat manusia jauh sebelum adanya gagasan bumi bulat pada abad ke-16. Pihak yang mempercayai bumi datar mereka menamakan diri sebagai Flat Earth Society. Era Flat Earth Society modern dimulai oleh Samuel Birley Rowbotham, sosok penemu asal Inggris pada era 1800-an. Samuel Rowbotham mencetuskan ide ini berdasarkan pemahamannya dari literatur dari ayat-ayat Alkitab.

Konsepnya diberi nama Zetetic Astronomi, yang meyakini bahwa bumi berbentuk piringan datar yang yang titik pusatnya ada di Kutub Utara. Sedangkan di sisi selatan sebagai pembatasnnya dinding-dinding es antartika. Matahari, bulan, bintang berjarak dekat dengan permukaan bumi.

Namun pada 1884, sosok Samuel Rowbotham meninggal dunia. Setelah itu para pengikutnya, Zetetic Astronomi, mendirikan Universal Zetetic Society. Setelah kematian Rowbotham, paham Flat Earth Society menyebar dari Inggris ke Amerika Serikat (AS). Di Zion, Illinoi pemikiran ini dipromosikan oleh pendiri Gereja Kristen Katolik Apostolic John Alexander Dowie dan later Wilbur Glenn Voliva. Pada 1942 sosok Voliva meninggal dunia, semenjak itu pemikiran Flat Earth tak populer hingga tahun 1950-an.

Baru setelah itu, pada 1956 secara Flat Earth Society secara global mulai didirikan oleh Samuel Shenton, seorang dari Royal Astronomical Society dan the Royal Geographic Society. Pada 1971, Shenton meninggal dunia kemudian digantikan oleh Charles K. Johnson yang menjabat sebagai Presiden Flat Earth Society Internasional dengan kantor pusat di California, AS.

Di bawah kepemimpinan Johnson yang karismatik dalam mengkampanyakan flat earth, keanggotaan komunitas ini bertambah hingga 3.000 orang. Sebuah bencana besar menimpa Johnson, kediamannya dilalap api pada 1995, dan memusnahkan perpustakaan Flat Earth Society. Pada 2011 Charles K. Johnson meninggal pada usia 76, para Flat Earth Society kehilangan sosok pemimpin. Johnson meninggalkan para pengikutnya dengan ketidakpastian.

Namun beberapa tahun setelah itu, pegiat Flat Earth Society merestrukturisasi organisasi mereka. Semenjak 2004 merek aktif di jagad internet dengan hadir melalui situs resmi mereka theflatearthsociety.org hingga sekarang. Semenjak 30 Oktober 2009, mereka membuka anggota baru untuk bergabung dalam Flat Earth Society. Misi mereka adalah mempromosikan dan membahas teori bumi datar dengan pemikiran terbuka dan membuka peluang debat. (theflatearthsociety.org)

Berita Terkait