Persebaya Masih Punya Daya Pikat, Ini Buktinya

870
PESTA: Suasana GOR Padjajaran saat para Bonek Mania meluapkan kebahagiannya karena Persebaya Surabaya dapat berlaga kembali di Divisi Utama sesuai hasil Kongres Tahunan PSSI, kemarin (8/1). WAHYUDIN /JAWA POS

SURABAYA – Persebaya Surabaya masih punya daya pikat. Meski sempat absen di kompetisi resmi selama enam tahun, tim berjuluk Greek Force ini masih mengundang minat pemain untuk bergabung.

Keinginan untuk bergabung semakin besar setelah status Persebaya dipulihkan lewat Kongres Tahunan PSSI di Bandung Minggu (8/1) lalu. Antusiasme pemain yang ingin bergabung terlihat dalam sesi latihan kemarin.

Sejumlah pemain yang tahun lalu tampil di Torabika Soccers Championship (TSC) A dan B, ikut berlatih bersama Mat Halil dkk. Ahmad Rosidin yang menangani Persebaya selama masa persiapan, menyambut positif kehadiran pemain-pemain tersebut.

“Kami masih setia mengagendakan latihan empat kali sepekan. Inilah salah satu cara untuk bisa menggaet pemain bagi Persebaya,” ucap Ahmad Rosidin di sela-sela memimpin tim polesannya berlatih di Lapangan Persebaya, Karanggayam, Senin (9/1).

Memang, separo lebih pemain yang ikut latihan Persebaya adalah penghuni klub internal. Namun, mereka bisa bersaing dengan pemain dari TSC-A dan B. Persebaya sendiri tak boleh asal comot pemain.

Sebab, sudah ada regulasi khusus mengenai pemain yang boleh bermain di Divisi Utama tahun ini. Salah satunya adalah, maksimal lima pemain dengan usia di atas 25 tahun yang bisa dimainkan dalam satu pertandingan.

“Sebetulnya, regulasi itu cukup membuat bingung pelatih. Apalagi, waktu untuk berburu pemain muda berkualitas sudah mepet. Kalau pun ada, mereka sudah memiliki klub,” sambung Ahmad.

Tapi, dari sejumlah pemain TSC-A dan B yang ikut latihan kemarin, Ahmad bisa bernafas lega. Pasalnya, mereka mayoritas masih berusia di bawah 25 tahun. Mereka adalah Dimas Galih, Misbakhus Solikin, dan Thaufan Hidayat. Dua nama terakhir, merupakan mantan personel Persatu Tuban di TSC-B.

Dimas dan Solikin masih berusia 24 tahun. Sementara, Thaufan setahun lebih muda. Bila ketiga pemain itu bisa masuk skuad Persebaya di Divisi Utama, maka beban manajemen untuk mencari pemain muda lainnya bisa lebih ringan.

Dimas sendiri sangat berharap bisa menghuni skuad Green Force. Sebab, itu adalah impiannya sejak kecil. Dimas menilai, Persebaya masih punya pesona yang kuat meski sempat “dimatikan” selama enam tahun.

“Sejak awal, mimpi saya memang bisa menembus skuad Persebaya. Begitu ada libur soal pasca TSC, saya bergabung latihan di sini,” ujar Dimas.

Tidak berlebihan bila eks kiper PSM Makassar itu antusias berlatih bersama Persebaya. Sebab, dia memang belum pernah membela Persebaya. Meski lahir di Surabaya, dia justru bermain bersama Persijap Jepara, PSM, dan Persegres Gresik United.

Beda Dimas, beda pula Misbakhus Solikin dan Thaufan Hidayat. Kedua pemain yang sama-sama berposisi di lini tengah itu, sudah sering nongol di Karanggayam.

Bahkan, keduanya sempat tampil saat uji coba melawan Persema (29/10/2015) dan Persepam Madura Utama (18/11). Solikin maupun Thaufan berharap, manajemen mau mempertimbangkan mereka untuk bisa membela Persebaya.

“Untuk proses selama ini, atau sebelum Persebaya diakui kembali saja kami siap, apalagi untuk membela Persebaya di kompetisi resmi,” ujar Solikin yang merupakan alumni klub internal FFC.

Thaufan lebih bersemangat. Apalagi, dia ingin menjawab keraguan lantaran dirinya bukan jebolan klub internal Persebaya.

“Saya habiskan karier junior di Gresik meski saya asli Surabaya. Kesempatan ini tidak akan saya sia-siakan bila nantinya dipercaya oleh pelatih dan manajemen,” tandas Thaufan. (io/bas)

BAGIKAN