Pertamina Berlakukan Regulasi Baru Gas Melon, Ini Aturannya

Kota Cirebon
Ilustrasi gas melon. (dok radarcirebon.com)

CIREBON – Permasalahan gas kemasan 3 kilogram (kg) berkutat pada layak tidaknya masyarakat yang menggunakan. Pengalihan pada Bright Gas 5,5 kg (Gas Pink) pun belum signifikan.

Sepanjang 2017, distribusi gas pink tercatat 340 ribu tabung. Sementara gas melon mencapai 55 juta tabung atau rata-rata 4,6 juta tabung per bulan.

Sales LPG Pertamina Rayon X, Wilson Adi Wijaya mengatakan, ada beberapa upaya untuk mengarahkan penggunaan gas melon agar lebih tepat sasaran. Pertamina juga akan menjalankan sejumlah regulasi baru, khususnya untuk distribusi gas melon.

“Mulai 1 Maret kami berlakukan log book baru yang lebih simpel dan detail. Dulu pakai buku dan harus dicatat berulang setiap hari,” kata Wilson, saat ditemui Radar, Rabu (7/3).

Nantinya, log book baru itu mencatat nama pelanggan pangkalan, kategori, alamat pembeli, keterangan penggunaan, jumlah yang dibeli hingga paraf. Dari sistem pencatatan baru tersebut akan terlihat, mana warga yang sering membeli berikut peruntukannya.

Penjualan pangkalan pun dibatasi hanya 200 tabung per hari atau 5 ribu tabung per bulan. Pembatasan tersebut diharapkan dapat membuat stok lebih stabil dan merata. Sebab sebelumnya tidak ada pembatasan yang jelas tentang maksimal penjualan oleh pangkalan.

“Kalau pengawasan tentu melibatkan instansi terkait, baik pemda ataupun hiswana migas. Pertamina hanya sebatas pembinaan sampai agen,” jelasnya.

Apakah ada penambahan stok gas melon ditahun 2018? Wilson mengatakan belum ada surat edaran resmi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) soal penambahan kuota kota dan kabupaten. Posisi Pertamina sebagai perpanjangan pemerintah tetap menjalankan fungsi distribusi elpiji.

Saat ini stok berasal dari dua sumber, yakni di RU Balongan dengan kapasitas 1.500 MT dan kapal. Depot hanya terminal untuk mendapatkan inject dari RU Balongan atau kapal.

Secara umum stok lebih baik setiap tahun dan selalu ditingkatkan. Pertamina juga rencana menambah 3 tangki masing-masing berkapasitas 2.500 MT, jadi total 7.500 MT. Sementara secara kebutuhan elpiji di Ciayumajakuning di bawah itu.

Regulasi lain yang Pertamina terapkan adalah pemberlakuan transaksi nontunai pada pangkalan melalui BRI, BNI dan Bank Mandiri. Selama ini agen sudah lebih dulu menjalankan sistem cashless melalui 6 bank persepsi.

Sejauh ini pembayaran nontunai sudah berjalan 100 persen, hanya saja sesekali terkendala jaringan. (tta)