Pesawat Haji Mendarat di Kolombo

Nasional

Delay 10 Jam, Kloter Pertama JKG Baru Bisa Sampai Jakarta Siang Ini

JEDDAH- Selain banyaknya musibah dan kesulitan saat menjalani ibadah haji, jamaah haji Indonesia juga masih diuji kesabarannya. Kemarin, pemulangan gelombang pertama kloter pertama sempat terlambat hingga 10 jam. Mereka dijadwalkan terbang pukul 08.40 WAS (Waktu Arab Saudi) dengan pesawat Garuda Indonesia nomor penerbangan GA 7461 dari Bandara King Abdul Aziz, Jeddah.
Namun, terpaksa delay dan harus dijadwalkan terbang pada pukul 18.40 sore harinya. Keterlambatan itu mengakibatkan 440 jamaah haji kloter 1 embarkasi Jakarta Pondok Gede (JKG) yang sudah sampai bandara harus dievakuasi ke Hotel Norcom, Jeddah, kemarin dini hari. Dengan demikian, 440 jamaah haji kloter 1 embarkasi Jakarta Pondok Gede (JKG) yang semula dijadwalkan tiba di Jakarta tadi malam sekitar pukul 22.00 WIB, kemungkinan baru sampai siang ini sekitar pukul 11.00 WIB.
Duty Manager Garuda Indonesia Fase II di Bandara Jeddah, Rudita Yuwana, menjelaskan, keterlam­batan ini diakibatkan pesawat Garuda GA 980 Jakarta-Jeddah yang mengangkut 93 kru pesawat haji Garuda harus divert atau terpaksa mengalihkan pendaratan ke Bandara Kolombo, Srilanka. “Jadi tadi saat pesawat berada di atas Kolombo ada seorang penumpang, yaitu anak kecil yang terjatuh dan membentur handrest sehingga mengenai kepala dan kakinya hingga pingsan. Bagian kepalanya sampai mengeluarkan darah,” kata Rudita kemarin dini hari.
Dokter yang berada di penerbangan itu menyarankan agar anak tersebut segera ditangani. Pilot dan controlling di Jakarta akhirnya memutuskan untuk untuk divert ke Kolombo. Nah, kejadian inilah yang menyebabkan Garuda 7461 terlambat. Setelah selesai, pesawat kembali melanjutkan penerbangan dan mendarat di Jeddah, Minggu (27/9) pukul 17.30 waktu Arab Saudi (WAS).
Namun karena keterlambatan akhirnya pesawat baru mendarat pukul 00.15 WAS.
Sesuai dengan standar peraturan penerbangan internasional, maka kru yang baru saja mendarat harus beristirahat selama 19 jam. Karena itu, lanjut Rudita, untuk memangkas waktu delay pihaknya mendatangkan pesawat dan kru yang berada di Dubai. ”Itu pun masih perlu istirahat, namun lebih pendek daripada yang GA 980. Keberangkatan pesawat yang mengangkut kloter pertama diundur sepuluh jam, dari yang semula pukul 08.40 diundur menjadi jam 18.40,” terangnya.
Rudita menambahkan, penerbangan Garuda yang pertama akhirnya bisa dilakukan pukul 12.00 dengan membawa jamaah haji dari kloter 1 Ujungpandang (UPG). “Karena kru yang diangkut pesawat yang mengalami keterlambatan bukan hanya kru pesawat yang mengangkut jamaah Kloter 1 JKG, maka imbas keterlamabatan juga dirasakan dua penerbangan pemulangan jamaah haji lainnya. Pesawat Garuda yang membawa kloter 1 Solo (SOC) harusnya jam 10.50 akhirnya delay dan diberangkatkan pukul 15.15. Sedangkan kloter 1 Medan (MES) yang seharusnya diberangkatkan jam 14.50 akhirnya juga delay dan baru bisa diberangkatkan jam 16.30.
Ketua Regu 4 Deni Tripra­setyo, menjelaskan pihaknya sebagai jamaah kaget. “Karena informasi dari awal, penerbangan berangkat pukul 08.00. Dengan adanya keterlambatan ini kita jujur nggak siap. Mengenai delay-nya kami bisa memaklumi. Yang bingung itu kita menghubungi keluarga di Jakarta mengabarkan keterlambatan ini,” jelasnya didampingi Wahidin, jamaah haji lainnya.
Rombongan jamaah yang berasal dari Tanjungpriok, Jakarta Utara itu menyatakan baru mengerti ada delay saat bus sampai di bandara. “Begitu turun, kami mendapat informasi delay, kami diminta naik bus lagi dan dibawa ke hotel,” jelasnya.
Ali Umar, salah seorang jamaah kloter 1 JKG lainnya mengaku kloternya mengalami serangkaian musibah. “Hotel kami sempat kaca-kacanya pecah diterjang badai disertai hujan deras saat musibah crane ambruk di Masjidilharam. Kemudian saat di Arafah tenda kami ambruk. Dan sekarang penerbangannya delay. Kami ini sepertinya sedang diuji agar bisa lebih sabar,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Daerah Kerja (Daker) Bandara Jeddah-Madinah, Nurul Badrut­tamam men­jelaskan bahwa pihaknya lang­sung menga­rahkan ja­maah ke hotel transit setelah adanya informasi delay. “Kami men­dapatkan infor­masi pukul 02.00 tentang delay penerbangan kloter 1 JKG. Kami langsung siapkan laya­nan katering dan diantar lang­sung ke Hotel Norcom oleh tim reaksi cepat Daker Banda­ra Jeddah-Madinah,” ujarnya.
Nurul berharap jamaah bisa memaklumi keterlambatan ini dan jamaah tidak perlu khawatir karena pihaknya telah menginformasikan ke Debarkasi di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta.
Sementara itu, panitia haji di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta juga bersiap menyambut kedatangan jamaah haji kloter pertama dari Jakarta Utara. Humas Kanwil Kementerian Agama DKI Jakarta Sugito menu­turkan, rencana awal kedatangan jamaah haji kloter pertama Senin (28/9) pukul 22.15.
Tetapi dalam perkembang­annya, Sugito mengatakan ada laporan dari Jeddah bahwa rencana penerbangan kloter 1 itu delay 10 jam. “Informasi terbaru, delainya tambah panjang menjadi 13 jam,” katanya tadi malam. Sehingga kedatangan kloter 1 diperkirakan baru sampai siang ini pukul 11.00.
Sugito mengatakan setelah mendarat di Bandara Halim Perdanakusuma, jamaah haji akan melewati tim kesehatan. Di titik ini jamaah haji akan diperiksa apakah membawa penyakit dari Arab Saudi atau tidak. Setelah itu jamaah haji dibawa menuju asrama haji Pon­dok Gede yang bersebe­la­han dengan bandara Halim.
Setibanya di asrama haji, jamaah haji akan dikumpulkan untuk menerima kembali koper mereka beserta air zam-zam. Kedatangan jamaah haji ini rencananya akan disambut Menteri Kesehatan Nila Djuwita F. Moloek. “Jamaah tidak sampai menginap lagi. Langsung pulang,” katanya. (end/jpg)