oleh

Petani Ramai-ramai Tanam Semangka

INDRAMAYU- Pasca musim panen, petani di Kabupaten Indramayu ramai-ramai menanam semangka. Salah seorang petani di Indramayu, Toni (46) mengatakan, tanaman semangka sudah menjadi tanaman rutin petani pasca panen di musim gaduh (kemarau).

Menurut Toni, tanaman semangka cocok ditanam pada musim kemarau, dan umur panen yang relatif singkat, serta mudah dipasarkan dan menjadi buah yang primadona. “Tanam disebar, paling saya ambil 30 bata, karena tergantung air yang dibutuhkan. Untuk air agar bisa disimpan menggunakan kolam terpal,” ucap Toni, Minggu (8/9).

Sementara itu, petani lainnya, Sarwan mengatakan, meskipun tanaman semangka merupakan tanaman musim kemarau, namun membutuhkan air yang cukup agar bisa tumbuh dengan baik, selain penggunaan pupuk yang mencukupi.

“Pemeliharaannya harus telaten, yang penting kebutuhan airnya cukup. Kalau kebanyakan air juga tidak bagus, apalagi kena hujan, hancur buahnya pada busuk,” ujarnya.

Sedangkan, Puad (50) mengatakan, lebih memilih tanaman semangka dibandingkan tanaman palawija sebagai tanaman jarak musim tanam. Menurutnya, tanaman semangka selain lebih singkat panen juga pemasarannya cukup mudah. Karena itu, semangka menjadi buah yang selalu laris manis di semua musim.

“Pasti semua orang mencari buah semangka, karena mudah dikembangkan. Harga tergantung kualitas buahnya. Tapi jangan sampai terkena atau terendam air bisa rusak buah dan harga juga,” aku Puad.

Selain itu, lanjut  Puad, saat tanaman semangka mulai berbuah petani harus menjaga selama 24 jam dari serangan hama terutama hama tikus sawah. Melihat perkembangan permintaan buah semangka bagus di pasaran.

“Baru berbuah kita jaga 24 jam, sampai tidur makan di sawah, setiap menit keliling usir tikus, kalau dibiarkan saja ya habis buah semangka,” ujarnya. (oni)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed