Piala Dunia 2018, Kemeriahan Lembah Burung pipit

Piala Dunia 2018, Kemeriahan Lembah Burung pipit - Radar Cirebon

TRADISI keren ini terus berlanjut. Setiap penyelenggaraan Piala Dunia dalam 12 tahun terakhir, FIFA selalu konsisten mendirikan Fan Fest. Panggung megah di tengah area superlapang resmi berdiri di Moscow. Kawasan ini bakal menjadi salah satu pusat pesta pora suporter dari seluruh pejuru dunia hingga 15 Juli mendatang.

Ada dua legenda sepak bola dunia yang membuka zona khusus fans di wilayah bernama Vorobyovy Gory alias Lembah Burung Pipit tersebut. Mereka adalah pemenang Piala Dunia 1998 dan Euro 2000 Marcel Desailly dan top scorer sepanjang masa Timnas Rusia Aleksandr Kerzhakov.

Panggungnya tepat berada di depan kampus paling bergengsi di Rusia, Lomonosov Moscow State University. Area ini diperkirakan bisa menampung 25 ribu suporter. Selama Piala Dunia, Fan Fest itu akan memutar secara live 56 pertandingan di layar raksasa berukuran 472,44 meter persegi. Itu masih ditambah enam layar lain yang lebih kecil.

Jadi, fans yang tidak memiliki tiket bisa datang ke Fan Fest untuk menikmati aura pertandingan secara intens. “Fan Fest sudah menjadi tradisi penting Piala Dunia. Atmosfernya luar biasa,” kata Desailly dari atas panggung. Dia berdiri di depan trofi Piala Dunia.

Sejumlah musisi dan selebriti Rusia memeriahkan grand opening yang berlangsung sampai malam tersebut. Antara lain penyanyi hiphop Lesha Svik, juga duo rapper Gazirovka yang meledak namanya di seantero negeri lewat single Black.

Festival kemarin didominasi ribuan anak muda yang sangat menikmati pertunjukan. Walaupun area Vorobyovy Gory sempat diguyur hujan dan suhu anjlok hingga kisaran 9 derajat celcius, semangat mereka tetap membara. Para performer sukses membelenggu ribuan fans untuk tetap di muka panggung selama berjam-jam.

Anak-anak muda dengan pakaian trendi bergoyang, menyanyi, berteriak, mengikuti dentuman musik. Walau tajuknya adalah pembukaan fans zone Piala Dunia, namun suporter yang datang dengan jersey dan pernik-pernik tim sepak bola masih jarang terlihat. Hanya segelintir orang yang mengenakan baju dan membawa bendera Meksiko, Argentina, Jerman, dan Spanyol berada di tengah lautan manusia.

Ini sebetulnya wajar. Sebab, Piala Dunia baru resmi menggelinding pada Kamis mendatang (14/6). Jadi aliran fans besar-besaran belum menjajah Rusia. “Pertunjukkannya keren. Suasananya keren. Ini sangat menghibur kami di tengah suasana sedang menjelang ujian seperti sekarang,” kata Alyona Petrova, mahasiswi jurusan manajemen di Lomonosov Moscow State University.

Pembukaan Fan Fest di Moskow ini merupakan pemanasan. Setelah itu, 10 kota tuan rumah lain juga akan membuka pusat kegiatan suporter yang tak kalah megah. Embrio zona fans sepak bola dimulai sejak Piala Dunia 2002 di Jepang dan Korea Selatan.

Namun FIFA dan panitia lokal baru betul-betul serius mengorganisasi fans zone sejak Jerman 2006. Data FIFA menyebut, lebih dari 30 juta orang datang ke arena semacam ini dalam tiga penyelenggaraan Piala Dunia terakhir.

Sementara itu, kontestan terus berdatangan. Termasuk Swiss yang mendarat tadi malam WIB, sudah 22 kontestan Piala Dunia 2018 yang berada di Rusia. Disusul sang juara bertahan Jerman, Inggris, Swedia, Korsel, Senegal, dan Kosta Rika. Sedangkan Belgia, Jepang, dan Polandia menyusul untuk menggenapi 32 tim, termasuk tuan rumah Rusia. (*/na)

Komentar Pembaca