Pj Walikota Bakal Dialog dengan PKL

Pj Walikota Cirebon Dr H Dedi Taufikurahman MSiPj Walikota Cirebon Dr H Dedi Taufikurahman MSi

CIREBON-Penjabat (Pj) Walikota Cirebon Dr H Dedi Taufikurahman MSi bakal mengajak PKL berdialog. Terutama terkait dengan kebijakan pemerintah dalam melakukan penataan kota. Demi menyiapkan kota cirebon menuju kota destinasi wisata.

“Pedagang kaki lima sudah jelas ada perda perwali. Saya akan coba lakukan dialog dengan pedagang kaki lima, karena ada beberapa Selter. Mereka silahkan masuk supaya tertib juga,” ucap Dedi, kepada Radar Cirebon.

Dijelaskan Dedi, fasilitas jalan dan trotoar ini bukan hanya milik para pedagang. Tapi pengguna jalan banyak masyarakat ingin menikmati dengan adanya pedestarian yang nyaman. “Trotoar kan fungsinya untuk pejalan kaki. Selama ini sejumlah pedagang sudah menguasai trotoar,” ungkapnya.

Namun demkkian, lanjut Deddi, adanya larangan pedagang kaki lima di sejumlah jalan protokol bukan berarti pemerintah meniadakan keberadaan PKL. Peranan PKL juga penting dalam membangun ekonomi rakyat. Juga mendukung wisata kuliner.

Maka dari itu, dia ingin agar PKL ini coba masukan ke selter. “Seperti di Kejaksaan sudah ada. Selain kita revitalisasi alun-alun nanti dengan dana pemprov selain Alun-alun Kasepuhan. Nanti ada tempat kreatif untuk anak muda,” terangnya.

Menurutnya sesuai dengan perencanaan Pemprov Jawa Barat melalui Gubernur Ridwan Kamil sudah ada perencanaan tata kota. seperti main street di Jalan Siliwangi bakal menjadi etalase kota. Jalan Siliwangi ini membentang sekitar satu kilometer di ujung jalan itu ada gedung negara yang nanti difungsikan menjadi pusat budaya. “Kami sudah coba menggelar festival kopi di sana dengan tema Cirebon Tempoe dulu. Ini harus menjadi bagian event tahun depan,” terangnya. (jml)